Pidie Jaya — Upaya pemulihan pasca bencana terus dikebut. Tim Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) Kodim 0102/Pidie bersama Tim Vertical Rescue Kementerian Pertahanan mulai membangun kembali jembatan gantung yang menghubungkan Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, dengan Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (11/12/2025).
Jembatan gantung yang menjadi akses vital warga itu sebelumnya hilang tersapu derasnya arus banjir besar yang melanda Pidie Jaya dua pekan lalu. Tidak hanya memutus transportasi, kerusakan jembatan tersebut turut melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses menuju kebun, sawah, serta distribusi hasil panen. Anak-anak pun terpaksa menempuh jarak lebih jauh untuk menuju sekolah.
Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari janji Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.Menhan sebelumnya mendengar langsung keluhan warga saat meninjau posko pengungsian di Blang Awe beberapa hari setelah banjir.
"Alhamdulillah, hari ini pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa tersebut sudah mulai dikerjakan oleh Tim Vertical Rescue bersama Satgas Penanggulangan Bencana Kodim 0102/Pidie," ujar Dandim Abdul Hadi.
Ia menambahkan, jembatan itu merupakan urat nadi kegiatan ekonomi dan pendidikan warga setempat. Tanpa jembatan, masyarakat harus memutar sejauh 8 kilometer hanya untuk mencapai desa yang berada tepat di seberang sungai.
Di lokasi pengerjaan, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri menyampaikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah pusat, khususnya Menhan, serta sinergi TNI dan tim relawan dalam memulihkan akses warga.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat kabupaten Pidie Jaya,kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menhan yang merespons cepat keluhan masyarakat, serta kepada Satgas Gulbencal Kodim Pidie dan Vertical Rescue Kemhan yang kini sudah mulai membangun kembali jembatan ini," ujar Hasan Basri di sela peninjauan.
Warga dua desa yang selama dua pekan terakhir kesulitan mobilitas juga terlihat antusias membantu proses pengerjaan. Mereka berharap pembangunan dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas harian dapat kembali normal.
Pembangunan jembatan gantung ini diperkirakan menjadi titik penting dalam percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Pidie Jaya. Selain membuka akses antardesa, jembatan tersebut akan memulihkan arus ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta memudahkan layanan pendidikan bagi anak-anak.
Dengan dimulainya proses pembangunan, masyarakat desa Blang Awe Meureudu dan Seunong Meurah Dua berharap jembatan baru cepat rampung di bangun tanpa hambatan sehingga dapat segera digunakan.