Pidie — Lumpur tebal, sisa longsoran tanah, jalan terputus, dan sunyi pegunungan tak mampu menghentikan langkah kemanusiaan. Demi memastikan bantuan tiba ke tangan masyarakat yang terisolir, Tim Gabungan TNI–Polri dari Kodim 0102/Pidie, Brigif TP 90/Yudha Gama Dharma (YGD), dan Polres Pidie, mempertaruhkan tenaga dan keselamatan mereka menembus medan ekstrem dari Kabupaten Pidie menuju Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu (14/12/2025).
Menggunakan sepeda motor trail dinas, rombongan ini bergerak perlahan namun pasti, melintasi jalur berlumpur bekas longsor yang nyaris tak bisa dikenali sebagai jalan. Misi kemanusiaan ini dilakukan untuk mengantarkan logistik bagi warga Desa Rusip, Kecamatan Pameu, Kabupaten Aceh Tengah wilayah terpencil yang terisolir akibat banjir bandang dan longsor besar yang melumpuhkan infrastruktur utama.
Sinergitas TNI–Polri dalam misi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah penderitaan rakyat. Ketika kendaraan roda empat tak lagi mampu melintas dan jalur logistik lumpuh total, motor trail menjadi satu-satunya harapan. Dengan ransel di punggung dan bantuan diikat kuat di bagian belakang motor, para personel bergerak menantang alam demi satu tujuan: rakyat tidak boleh dibiarkan kelaparan.
Sejumlah pejabat dan personel turut turun langsung dalam misi penuh risiko ini. Di antaranya Danbrigif TP 90/YGD Kolonel Inf Hulisda Melala, Danyonif TP 854/DK Letkol Inf M. Fachri Prawira, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, personel Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, personel Brigif 90/YGD, Yonif TP 854/DK, serta personel Polres Pidie. Mereka berdiri sejajar, tanpa sekat pangkat, menyatu dalam satu barisan kemanusiaan.
Logistik yang dibawa bukan sekadar barang, melainkan simbol harapan bagi warga yang terisolir berhari-hari. Beras, mie instan, minyak goreng, air mineral, roti kering, hingga ikan asin diangkut dengan penuh kehati-hatian agar tetap aman hingga tujuan. Setiap guncangan motor di medan licin menjadi ujian ketangguhan dan komitmen.
Tak berhenti di sana, perjuangan belum usai saat jalur motor terputus total. Berdasarkan informasi dari tim di lapangan, personel masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih empat kilometer, menyusuri jalur pegunungan dan sisa longsoran, demi menjangkau perkampungan sasaran.
Di tengah keterbatasan dan ancaman alam, misi ini menjadi potret keteguhan pengabdian aparat negara. Bukan sekadar operasi logistik, tetapi sebuah kisah tentang empati, keberanian, dan pengorbanan. Saat alam menguji, TNI–Polri hadir sebagai garda terdepan harapan menembus lumpur, menantang sunyi, demi memastikan masyarakat terdampak bencana tetap bertahan dengan penuh harapan.
Setibanya di lokasi, kedatangan Tim Gabungan TNI–Polri disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Rusip yang terdampak banjir bandang dan longsor. Warga menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian serta perjuangan personel TNI–Polri yang telah bersusah payah menembus medan ekstrem demi mengantarkan bantuan logistik. Bagi masyarakat, kehadiran TNI–Polri di tengah kondisi sulit tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara senantiasa hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya dalam keadaan apa pun.