Pidie Jaya — TNI terus menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya terhadap masyarakat dalam penanggulangan pasca bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Meski harus bergelut dengan lumpur tebal, puing-puing, serta glondongan kayu sisa banjir, semangat kerja prajurit Satgas Gugus Bantuan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI tidak pernah surut.Seperti halnya Satgas Gulbencal TNI gabungan satuan jajaran Kodam Iskandar Muda secara konsisten melaksanakan pembersihan badan jalan dan permukiman warga di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Minggu (28/12/2025).
Personel Satgas Gulbencal TNI yang terdiri dari Kodim 0102/Pidie, Yon Zipur 16/DA, Yon Armed 17/RC, dan Yonif TP 857/GG sejak pagi hingga sore hari tanpa henti berjibaku membersihkan material sisa banjir yang menutupi jalan desa dan permukiman warga. Kondisi medan yang berat dan penuh lumpur tidak menjadi penghalang bagi para prajurit untuk tetap bekerja maksimal demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Semangat pantang menyerah, prajurit “Sanggamara” terus berada di garis terdepan penanggulangan bencana. Selain membersihkan fasilitas umum, fokus kegiatan saat ini juga dikerahkan pada pembersihan rumah-rumah warga dan akses jalan desa yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas serta mobilitas masyarakat pascabanjir.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada rakyat, sekaligus bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Prajurit di lapangan setiap hari harus bergelut langsung dengan lumpur, puing, dan kayu-kayu besar sisa banjir. Namun dengan semangat dan kebersamaan, mereka tetap konsisten melaksanakan tugas. Kami terus mengoptimalkan pengerahan personel, alat berat, serta peralatan pendukung lainnya agar proses pembersihan berjalan efektif dan masyarakat bisa segera kembali beraktivitas,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, selain alat berat, para prajurit juga memanfaatkan peralatan manual seperti mesin pemotong kayu (sinso), sekop, parang, cangkul, kapak, hingga gerobak sorong guna memastikan seluruh material sisa banjir dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Sementara itu, di lokasi lainnya, Satgas Gulbencal TNI tetap konsisten melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan, dayah, parit desa, kantor desa, serta rumah-rumah warga yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Peran aktif TNI diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali.