![]() |
| Muslim Ayub Anggota DPR RI Dapil Aceh 1 Dari Partai Nasdem |
BANDA ACEH - Tragedi baru! Hanya sebulan pasca penganiayaan warga Aceh di Sibolga, kini Sufriadi tokoh pemuda dan Munawir Kepala Kampung Lae Balno asal Aceh, dikeroyok brutal oleh warga Desa Saragih pada Senin (8/12/2025) pukul 18.15 WIB di Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumut.
Korban kritis, belum sadar hingga kini di RS Medan – nyawa di ujung tanduk! Laporan resmi Ponisan Barasa ke Polsek Manduamas Selasa (9/12), tapi 4 hari kemudian (Jumat, 12/12), nol penangkapan, nol tindakan tegas!.
Anggota DPR RI H. Muslim Ayub meledak emosi, kecam habis-habisan "kelambanan proses hukum Polsek Manduamas & Polres Tapteng.
"Saya mendidih! Ini bukan delik aduan, ini pelaporan resmi! Kenapa lamban? Ada apa di Polsek Manduamas & Polres Tapteng? Dari puluhan pelaku, satu pun belum disentuh! Mereka tidak serius – evaluasi sekarang, Pak Kapolri!" geramnya.
Muslim desak Kapolri turun tangan langsung: tangkap pelaku segera, percepat hukum, cegah ledakan isu SARA yang berbahaya. "Jangan sampai seperti Sibolga – ini bom waktu!".
Muslim Ayub sudah telepon bupati untuk koordinasi, pak Bupati aceh singkil sudah mendesak Kapolres Tapanuli Tengah untuk segera menangkap pelaku.
Soalnya warga Aceh singkil sudah tersulut emosi juga. Mohon berikan keadilan untuk warga aceh.
Masyarakat Lae Balno geram maksimal, tuntut keadilan demi ketenangan. Hingga hari ini, Polres Tapteng/Polsek Manduamas bungkam total – tidak ada keterangan resmi.
Pak Kapolri, saatnya bertindak! Tangkap pelaku, berikan keadilan – jangan biarkan darah warga Aceh tertumpah sia-sia! Pengeroyokan brutal, 4 hari pelaku belum ditangkap! DPR RI Muslim Ayub geram! "Ini Bom Waktu Kapolri Harus Turun Tangan Cepat di Manduamas!"
Jakarta, 12 Desember 2025 – Tragedi baru! Hanya sebulan pasca penganiayaan warga Aceh di Sibolga, kini Sufriadi tokoh pemuda dan Munawir Kepala Kampung Lae Balno asal Aceh, dikeroyok brutal oleh warga Desa Saragih pada Senin (8/12/2025) pukul 18.15 WIB di Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumut.
Korban kritis, belum sadar hingga kini di RS Medan – nyawa di ujung tanduk! Laporan resmi Ponisan Barasa ke Polsek Manduamas Selasa (9/12), tapi 4 hari kemudian (Jumat, 12/12), nol penangkapan, nol tindakan tegas!.
Anggota DPR RI H. Muslim Ayub meledak emosi, kecam habis-habisan "kelambanan proses hukum Polsek Manduamas & Polres Tapteng.
"Saya mendidih! Ini bukan delik aduan, ini pelaporan resmi! Kenapa lamban? Ada apa di Polsek Manduamas & Polres Tapteng? Dari puluhan pelaku, satu pun belum disentuh! Mereka tidak serius – evaluasi sekarang, Pak Kapolri!" geramnya.
Muslim desak Kapolri turun tangan langsung: tangkap pelaku segera, percepat hukum, cegah ledakan isu SARA yang berbahaya. "Jangan sampai seperti Sibolga – ini bom waktu!".
Muslim Ayub sudah telepon bupati untuk koordinasi, pak Bupati aceh singkil sudah mendesak Kapolres Tapanuli Tengah untuk segera menangkap pelaku.
Soalnya warga Aceh singkil sudah tersulut emosi juga. Mohon berikan keadilan untuk warga aceh.
Masyarakat Lae Balno geram maksimal, tuntut keadilan demi ketenangan.
Hingga hari ini, Polres Tapteng/Polsek Manduamas bungkam total – tidak ada keterangan resmi, Pak Kapolri, saatnya bertindak! Tangkap pelaku, berikan keadilan – jangan biarkan darah warga Aceh tertumpah sia-sia!
