Meureudu – Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu bersama unsur Muspida Kabupaten Pidie Jaya turut mendampingi kedatangan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita beserta rombongan dalam rangka meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Jumat 4 November 2025.
Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor pada 26 November 2025, sekaligus wujud perhatian Pemerintah Pusat, TNI, dan Polri dalam memastikan percepatan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran Wakil Panglima TNI beserta rombongan, didampingi jajaran Polri dan pemerintah daerah, menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan seluruh proses penanggulangan bencana berjalan terpadu, terkoordinasi, dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Rombongan Wakil Panglima TNI tiba di Media Center Penanggulangan Banjir dan Longsor Pidie Jaya, Gedung MTQ Aceh, pukul 17.00 WIB. Kedatangan tersebut disambut oleh Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, Kasdam IM Brigjen TNI Yudha Fitri, Korsmin IM Kolonel Inf Yogi Nugroho, Dandim 0102 Pidie Letkol Inf Abdulhadi, para asisten pemerintahan, SKPK, serta insan pers.
Dalam tinjauan hari pertama, rombongan mengunjungi Gampong Meunasah Lhok, tepatnya komplek SD IT Annur, untuk mengecek kondisi pasca banjir. Selanjutnya, rombongan meninjau Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu guna melihat langsung kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda sore tersebut, rombongan kembali ke Pendopo Bupati Pidie Jaya untuk makan malam dan beristirahat.
Pada Jumat, 5 November 2025, Wakil Panglima TNI bersama rombongan kembali melanjutkan peninjauan lokasi terdampak. Agenda dimulai dengan meninjau lahan sawah pertanian di Gampong Pante Beurene, Kecamatan Meurah Dua, yang mengalami kerusakan parah akibat terimbun material longsor dan banjir dari arah hulu.
Lokasi kerusakan tersebut berada dekat jalur rel kereta api yang menghubungkan Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Ulim, yang saat ini dimanfaatkan sebagai jalur alternatif penghubung Medan–Banda Aceh pasca gangguan jalan utama.
Selanjutnya, rombongan menuju tanah milik Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di Gampong Rungkom, Kecamatan Meureudu, tepat di depan Kantor BLK Pidie Jaya. Lokasi ini ditinjau sebagai rencana pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya terdampak banjir dan longsor serta masih berada dalam kondisi pengungsian.