Pidie Jaya — Dunia pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya mulai bangkit pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Wujud kepedulian nyata terhadap sektor pendidikan itu ditunjukkan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos, dengan menghadiri hari pertama masuk sekolah semester baru di MAN 1 Pidie Jaya,si Desa Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Senin 05/01/2026)
Kehadiran Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi di halaman MAN 1 Pidie Jaya, bukan sekadar kunjungan seremonial. Di tengah keterbatasan fasilitas dan proses pemulihan sekolah pasca banjir, kehadiran pimpinan TNI di wilayah teritorial kabupaten Pidie Jaya tersebut menjadi simbol empati, dukungan moral, sekaligus suntikan semangat bagi guru dan siswa agar tetap optimistis menatap masa depan.
Dalam pengarahan dan sapaannya, Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa musibah banjir tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah atau melemahkan semangat belajar dan mengajar. Ia mengajak seluruh warga sekolah-baik siswa maupun dewan guru untuk bangkit, bersabar, dan terus berjuang meski dalam kondisi serba terbatas.
“Rasa syukur dan kesabaran tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan. Bagi pelajar, bersyukur berarti belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menaati aturan sekolah, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, kepada pelajar Dandim 0102/Pidie juga mengingatkan bahwa, kesempatan menuntut ilmu merupakan nikmat besar yang tidak dimiliki semua anak. Oleh karena itu, para siswa diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar, meskipun kondisi sekolah belum sepenuhnya pulih.
Pesan motivasi yang disampaikan turut membangkitkan kepercayaan diri siswa dari keluarga sederhana. Menurut Letkol Abdul Hadi, latar belakang ekonomi bukanlah penentu keberhasilan seseorang.
“Kita mungkin tidak dilahirkan dari keluarga berada, tetapi masa depan ditentukan oleh perjuangan, disiplin, doa, dan kerja keras. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan cambuk untuk bangkit,” ujarnya, disambut antusias para siswa.
Tak hanya kepada pelajar, Dandim juga memberikan apresiasi dan dorongan kepada para dewan guru. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi penerus bangsa, terutama di masa pemulihan pasca bencana.
“Menjadi guru adalah amanah mulia. Teruslah mendidik dengan keikhlasan, keteladanan, dan tanggung jawab, karena dari tangan Bapak dan Ibu guru masa depan bangsa ini dibentuk,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pidie Jaya, Drs. Salahuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian TNI, khususnya Dandim 0102/Pidie, terhadap dunia pendidikan di Pidie Jaya.
“Kehadiran langsung Dandim di sekolah kami menjadi motivasi besar bagi para guru dan siswa. Ini bukan hanya memberikan semangat, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, mental juang, dan rasa optimisme di tengah kondisi pasca bencana,” ujarnya.
Pengarahan yang disampaikan Dandim 0102/Pidie tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi psikologis siswa pasca musibah banjir, karena dapatn membangkitkan kembali rasa percaya diri, semangat, optimisme, serta motivasi untuk terus belajar dan berprestasi meski di tengah keterbatasan.