Pidie Jaya — Upaya pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan secara berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Kodim 0102/Pidie kembali membangun satu titik sumur bor yang berlokasi di halaman Meunasah Teupin Peurahu, Kecamatan Meureudu. Pembuatan sumur bor tersebut disambut antusias warga yang mengaku sangat terbantu, terutama dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan ibadah, Minggu (25/01/2026).
Pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses air bersih pasca bencana banjir. Kegiatan ini sejalan dengan arahan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran yang menekankan agar setiap prajurit Lilawangsa senantiasa hadir di tengah masyarakat sebagai solusi atas kesulitan rakyat, dengan mengimplementasikan nilai-nilai 8 Wajib TNI,yaitu "Mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya"
Melalui pembangunan sumur bor ini, kebutuhan dasar warga diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan, baik untuk keperluan ibadah di meunasah, aktivitas sosial kemasyarakt, maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata TNI terhadap masyarakat terdampak bencana, terutama dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat termasuk air bersih.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan swadaya Kodim 0102/Pidie dan menjadi pembangunan yang kedua. Sebelumnya, kami telah membangun sumur bor di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu. Insya Allah, program ini akan terus berlanjut di lokasi-lokasi lain kedepan yang masih membutuhkan,”tegas Dandim 0102/Pidie
Ia menambahkan, sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan berwhudu, kegiatan keagamaan di meunasah, serta memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga warga sekitar.
“Kami berharap fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa peran TNI dalam penanggulangan bencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat dan pembersihan lingkungan, tetapi berlanjut hingga tahap pemulihan dengan menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Teupin Peurahu, Mulyadi, S.E., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kodim 0102/Pidie atas pembangunan fasilitas air bersih tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya sumur bor, warga desa kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk keperluan ibadah dan aktivitas sosial.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0102/Pidie. Dengan adanya sumur bor ini, warga merasa sangat terbantu dan kebutuhan air bersih di lingkungan meunasah kini telah terpenuhi,” ujarnya.
Pembangunan sumur bor ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek pasca bencana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat ketahanan masyarakat serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata yang manfaatnya langsung dapat dirasakan.