Iklan Parlemen

terkini

Satgas Gulbencal TNI Bersihkan Meunasah Kampong Krueng, Pulihkan Aktivitas Warga Pidie Jaya Pasca Banjir

Kamis, 08 Januari 2026, 23.38 WIB Last Updated 2026-01-08T16:38:07Z

Pidie Jaya – Sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana sekaligus komitmen TNI dalam penanggulangan dampak bencana alam, Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) yang melibatkan personel gabungan dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 863/DY, dan Yon Armed 17/RC melaksanakan kegiatan pembersihan Meunasah Kampong Kreueng di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (07/01/2026).

Kegiatan tersebut sebagai respons cepat prajurit *Sanggamar* terhadap penanggulangan bencana alam banjir yang sebelumnya melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya sehingga menyisakan lumpur tebal dan tumpukan sampah mengendap di dalam serta di halaman meunasah Meunasah Krueng  membuat aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat setempat lumpuh total.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., mengatakan bahwa fokus satgas Gulbencal TNI yaitu pembersihan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca bencana.

“Setiap hari puluhan personel kami kerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk membersihkan fasilitas umum, termasuk meunasah dan masjid. Tempat ibadah merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, sehingga harus segera dipulihkan agar dapat kembali digunakan,” ujar Dandim 0102/Pidie 

Dengan semangat gotong royong, personel Satgas Gulbencal TNI membersihkan lumpur yang mengendap di dalam meunasah, mencuci dan menata kembali perabotan yang terdampak banjir, serta membersihkan halaman dan saluran air di sekitar lokasi. Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia guna memastikan kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah benar-benar pulih.

Dandim menambahkan bahwa proses pembersihan di lokasi terdampak banjir membutuhkan waktu dan ketelatenan.

“Rata-rata setiap sasaran yang dibersihkan tidak dapat diselesaikan dalam satu hari. Bahkan, ada yang memerlukan waktu hingga empat hari karena kondisi lumpur sangat tebal dan sudah mengeras,” jelasnya.

Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga dukungan moral, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat pasca bencana di wilayah terdampak.

Melalui kegiatan pembersihan ini, diharapkan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan di Meunasah Kampong Kreueng nantinya dapat kembali berjalan normal, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Satgas Gulbencal TNI Bersihkan Meunasah Kampong Krueng, Pulihkan Aktivitas Warga Pidie Jaya Pasca Banjir

Terkini

Iklan Parlemen