Iklan Parlemen

terkini

Satgas Gulbencal TNI dan VRI Bangun Jembatan Gantung Garuda, Akses Dua Desa di Pidie Segera Terhubung

Kamis, 22 Januari 2026, 17.41 WIB Last Updated 2026-01-22T10:41:52Z

Pidie – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 857/Ghana Gajahsora dan Vertical Rescue Indonesia (VRI) telah memulai pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara dengan Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (21/01/2025).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya negara hadir dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis. Jembatan Gantung Garuda diharapkan menjadi solusi strategis bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sosial, pertanian, dan perekonomian sehari-hari.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Danramil 24/Mutiara Timur 
Kapten Inf Yunus Emha S.Pd,S.H, menjelaskan bahwa jembatan gantung tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI. Bantuan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur penghubung.

“Jembatan Gantung Garuda ini adalah bagian dari Program 1.000 Jembatan di seluruh Indonesia. Pengerjaannya dilaksanakan oleh TNI bersama TIm Vertical Rescue Indonesia, dengan panjang bentangan sekitar 70 meter dan lebar 1,20 meter,” ujar Danramil 24/Murtiara Timur.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat vital karena mampu memangkas jarak tempuh warga antar desa, sekaligus menjadi jalur alternatif dan evakuasi apabila terjadi bencana alam. Selama ini, masyarakat harus menempuh jalur memutar jauh untuk mencapai desa seberang.

Pembangunan jembatan tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan dengan progres yang dinilai terus meningkat secara signifikan. Sejumlah tahapan penting telah dilaksanakan, mulai dari penentuan titik A di Desa Tiba Mesjid dan titik B di Desa Baro Yaman, penggalian pondasi, pengelasan tiang gapura, hingga pengecoran pondasi gapura. Pekerjaan dilakukan secara intensif, demi mempercepat penyelesaian jembatan yang menjadi harapan besar masyarakat.

Sementara itu, Mahdi, Geucik Desa Baro Yaman, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia menyebut Jembatan Gantung Garuda sebagai “asa masyarakat” yang telah lama dinantikan.

“Jembatan ini sangat kami harapkan. Kami berharap proses pembangunannya berjalan lancar dan cepat rampung agar segera dapat digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga, Geucik Mahdi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pertahanan, TNI, dan Vertical Rescue Indonesia atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.

“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Akses warga kedua desa menjadi lebih mudah, mempermudah membawa hasil panen, memperpendek jarak ke kebun dan sawah, serta menjadi jalur alternatif menuju desa seberang,” pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik semata, tetapi juga simbol kolaborasi negara, aparat, relawan, dan masyarakat dalam membangun konektivitas serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Satgas Gulbencal TNI dan VRI Bangun Jembatan Gantung Garuda, Akses Dua Desa di Pidie Segera Terhubung

Terkini

Iklan Parlemen