Meureudu – Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan psikososial dan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah hukumnya sebagai upaya mempercepat pemulihan mental dan emosional para pengungsi pascabencana.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di lokasi pengungsian Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dengan sasaran utama anak-anak dan masyarakat pengungsi yang terdampak langsung banjir.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Pidie Jaya bekerja sama dengan Yayasan Permata Aceh Mulia menghadirkan berbagai aktivitas psikososial yang bersifat edukatif dan rekreatif. Rangkaian kegiatan meliputi hiburan anak, penguatan keterampilan mental, yel-yel motivasi, serta pembagian snack guna membantu mengurangi beban psikologis dan trauma pada anak-anak pascabencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Hetti Zuliani, profesional konselor trauma sekaligus dosen Bimbingan Konseling Universitas Syiah Kuala, bersama tim dari Yayasan Permata Aceh Mulia. Selain itu, hadir pula Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, IPDA Ambarita (Konten Kreator Polri), personel Humas Polres Pidie Jaya, serta masyarakat dan anak-anak pengungsi Gampong Dayah Usen.
AKP Mahruzar menegaskan bahwa kegiatan psikososial dan trauma healing ini merupakan bentuk sinergi Polri bersama masyarakat dan mitra kemanusiaan dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
“Melalui pendekatan humanis ini, diharapkan para pengungsi, khususnya anak-anak, dapat kembali pulih secara psikologis dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan semangat,” pungkasnya.