Pidie – Komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 26/Grong-Grong, Kodim 0102/Pidie, Sertu Lukman Hakim, yang turun langsung mendampingi petani tomat di Desa Gintung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Selasa (21/07/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam membantu masyarakat meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Kehadiran Babinsa di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi serta mendorong semangat para petani dalam mengelola lahan secara optimal.
Dalam kegiatan itu, Sertu Lukman Hakim berinteraksi langsung dengan petani untuk melihat perkembangan tanaman tomat sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga upaya menjaga kualitas hasil panen agar memiliki nilai jual yang lebih baik.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Babinsa akan terus hadir mendampingi petani sebagai mitra di lapangan dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya petani. Kami berharap para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil produksi sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga," ujar Sertu Lukman Hakim.
Para petani menyambut positif kehadiran Babinsa yang dinilai tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga mempererat komunikasi antara TNI dan masyarakat.
Pendampingan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membantu petani mengatasi berbagai tantangan dalam proses budidaya hingga masa panen.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 26/Grong-Grong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan berkelanjutan kepada para petani.
Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat diyakini menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan desa yang mandiri pangan, produktif, dan memiliki ketahanan ekonomi yang semakin kuat.