Iklan Parlemen

terkini

Belajar Menjaga Kejujuran dari Ruang Sederhana PWI Aceh

Senin, 20 Juli 2026, 03.55 WIB Last Updated 2026-07-19T20:55:33Z
Ketua DPC Pro Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Pidie, Tasbir, bersilaturahmi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, M. Nasir Nurdin, di Kantor PWI Aceh, Minggu (19/7/2026)


Banda Aceh – Di tengah derasnya arus informasi digital yang menuntut kecepatan, masih ada nilai yang tidak pernah lekang oleh zaman: kejujuran. Nilai itulah yang menjadi inti perbincangan saat Ketua DPC Pro Jurnalis Siber (PJS) Kabupaten Pidie, Tasbir, bersilaturahmi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, M. Nasir Nurdin, di Kantor PWI Aceh, Minggu (19/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu bukan sekadar temu kangen antara junior dan senior di dunia pers. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, nilai, dan tanggung jawab profesi yang semakin besar di era media siber.

Di balik obrolan santai, terselip pesan yang sederhana namun memiliki makna mendalam. M. Nasir Nurdin mengingatkan bahwa kejujuran adalah fondasi utama seorang jurnalis.

"Kejujuran adalah pangkal utama jurnalis," pesannya.

Bagi Nasir, seorang wartawan tidak diukur dari siapa yang paling cepat menayangkan berita. Kepercayaan publik justru dibangun melalui kemampuan menghadirkan informasi yang benar, akurat, berimbang, serta tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa di tengah persaingan media yang semakin ketat, kecepatan tanpa verifikasi justru dapat meruntuhkan kredibilitas. Sebaliknya, kejujuran dan ketelitian menjadi modal utama agar karya jurnalistik tetap menjadi rujukan masyarakat.

Tasbir mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari pertemuan tersebut. Baginya, silaturahmi dengan para senior bukan hanya menjaga hubungan baik antarsesama insan pers, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus belajar dari pengalaman mereka yang telah lama mengabdikan diri di dunia jurnalistik.

Menurutnya, pengalaman para senior merupakan bekal penting bagi generasi wartawan saat ini agar tidak kehilangan arah dalam menjalankan profesi yang memiliki tanggung jawab besar kepada publik.

"Silaturahmi ini menjadi momentum untuk menambah wawasan, mempererat hubungan profesi, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya," ujar Tasbir.

Di era digital, ketika informasi menyebar dalam hitungan detik dan siapa pun dapat menjadi penyebar berita, peran jurnalis profesional justru semakin penting. Masyarakat membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menyaring fakta dari berbagai informasi yang beredar.

Pertemuan sederhana di Kantor PWI Aceh itu menjadi pengingat bahwa kualitas seorang jurnalis bukan semata ditentukan oleh teknologi yang digunakan atau banyaknya berita yang dipublikasikan. Integritas, kejujuran, dan kepatuhan terhadap etika profesi tetap menjadi kompas yang menjaga marwah pers.

Karena pada akhirnya, kepercayaan publik adalah aset terbesar seorang jurnalis. Dan kepercayaan itu selalu berawal dari satu hal yang paling mendasar: kejujuran. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Belajar Menjaga Kejujuran dari Ruang Sederhana PWI Aceh

Terkini

Iklan Parlemen