Iklan Parlemen

terkini

Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Masih Dirawat

Jumat, 04 September 2026, 15.02 WIB Last Updated 2026-09-04T08:02:12Z
Foto: Istimewa


BENER MERIAH — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mendadak menjadi sorotan. Belasan siswa sekolah dasar (SD) dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Kabar tersebut langsung mendapat perhatian serius dari anggota Komisi D DPRK Bener Meriah, Sandari Miko. Begitu menerima informasi, pihaknya turun untuk memastikan kondisi para siswa yang mengalami keluhan.

Menurut Sandari, sebanyak 17 siswa dilaporkan mengalami gejala berupa gatal-gatal setelah menyantap makanan MBG. Dari jumlah tersebut, 12 siswa telah diperbolehkan kembali ke rumah, sedangkan lima lainnya masih menjalani perawatan.

“Ya, benar. Saat kita mendapat kabar, kita langsung bergerak untuk memastikan kondisi anak-anak kita. Rata-rata mereka mengalami gatal-gatal. Alhamdulillah, dari 17 siswa, 12 di antaranya sudah bisa kembali ke rumah, sementara lima siswa lainnya masih dalam perawatan,” kata Sandari Miko, Rabu (2/9/2026).

Kejadian tersebut menjadi perhatian karena program MBG secara langsung menyasar anak-anak sekolah. Sandari menyayangkan munculnya keluhan kesehatan setelah siswa mengonsumsi makanan yang seharusnya menunjang kesehatan dan kebutuhan gizi mereka.

Ia meminta seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut proses pengolahan, kebersihan, kualitas bahan makanan hingga distribusinya ke sekolah.

“Kami dari Komisi D sangat menyayangkan kejadian ini. Insyaallah, kita akan memberikan teguran kepada pihak-pihak terkait sebagai bentuk pengawasan,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan tidak boleh dilakukan secara longgar. Setiap makanan yang disajikan kepada siswa harus dipastikan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Sandari berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MBG di Bener Meriah.

Ia menekankan bahwa aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak justru menimbulkan persoalan kesehatan.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semua pihak harus meningkatkan standar kebersihan dan memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman dan layak dikonsumsi,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan keracunan tersebut juga perlu ditindaklanjuti agar sumber masalah dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. []


Editor   :  Redaksi
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Belasan Siswa SD di Bener Meriah Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Masih Dirawat

Terkini

Iklan Parlemen