Iklan Parlemen

terkini

Bukan Sekadar Adu Skill, Sepak Bola Jadi Jembatan Sinergi Polri dan Generasi Muda di Jangka Buya

Sabtu, 05 September 2026, 16.46 WIB Last Updated 2026-09-05T09:46:39Z
Foto: Istimewa


MEUREUDU — Pagi itu, lapangan sepak bola Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (5/9/2026), tidak hanya dipenuhi suara sepatu yang beradu dengan rumput dan teriakan pemain mengejar bola.

Ada sesuatu yang lebih penting sedang berlangsung di sana: polisi dan pemuda duduk dalam satu ruang kebersamaan tanpa sekat.

Sekitar pukul 09.00 WIB, jajaran Polres Pidie Jaya melalui Kapolsek Jangka Buya IPTU Mustafa bersama sejumlah personel turun langsung ke lapangan. Namun kali ini, mereka bukan datang untuk melakukan penertiban ataupun penegakan hukum.

Mereka datang membawa semangat olahraga.

Bola bergulir. Pemain berlari. Sesekali terdengar sorakan dan tawa. Personel kepolisian berbaur dengan para pemuda serta komunitas sepak bola setempat dalam suasana yang jauh dari kesan formal.

Di lapangan itu, seragam kepolisian seolah menjadi simbol kedekatan, bukan jarak.

Aksi saling adu kemampuan dalam permainan sepak bola menjadi warna tersendiri. Tetapi di balik pertandingan tersebut, ada pesan yang jauh lebih besar: membangun komunikasi dengan generasi muda melalui cara yang mereka sukai.

Ketika Polisi Turun ke Lapangan

Bagi sebagian masyarakat, polisi mungkin identik dengan patroli, penegakan hukum dan menjaga keamanan.

Namun, pendekatan kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan formal.

Olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk membuka percakapan, membangun keakraban, sekaligus menciptakan ruang interaksi yang lebih cair antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Jangka Buya IPTU Mustafa, menyampaikan bahwa olahraga bersama dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui olahraga, kita bisa membangun komunikasi yang lebih dekat. Pemuda merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar IPTU Mustafa.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas aparat kepolisian.

Ada masyarakat di dalamnya. Ada pemuda yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial. Dan ada ruang-ruang kebersamaan yang perlu terus dibangun.

Dari Tendangan Bola, Lahir Komunikasi

Sepak bola memiliki bahasa yang sederhana.

Tidak mengenal pangkat, jabatan ataupun latar belakang. Di lapangan, semua bergerak mengejar satu hal: bola dan permainan yang sportif.

Ruang seperti inilah yang dimanfaatkan Polres Pidie Jaya untuk mendekatkan diri dengan kalangan pemuda.

Di sela aktivitas olahraga, komunikasi dapat terbangun secara alami. Polisi dapat mendengar aspirasi anak muda, sementara pemuda memiliki kesempatan mengenal sosok polisi bukan hanya dari balik seragam dan tugas penegakan hukum.

Kedekatan semacam itu menjadi modal penting dalam menciptakan rasa saling percaya.

Apalagi generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya. Mereka bukan hanya penonton dalam upaya menciptakan keamanan, tetapi dapat menjadi bagian dari solusi.

Menghidupkan Energi Positif

Lebih jauh, olahraga bersama juga menjadi pesan agar energi anak muda diarahkan kepada kegiatan yang sehat dan produktif.

Lapangan sepak bola bukan sekadar tempat mencetak gol. Ia juga bisa menjadi tempat membangun disiplin, sportivitas, persahabatan dan rasa tanggung jawab.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong para pemuda untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga sekaligus menjauhi berbagai aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, ruang-ruang positif seperti olahraga menjadi semakin penting.

Kamtibmas Dibangun Bersama

Pagi akhirnya terus bergulir. Pertandingan dan aktivitas olahraga bersama berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Tidak ada jarak yang terasa kaku.

Yang terlihat adalah polisi dan pemuda berada dalam satu lapangan, saling berinteraksi dan menikmati aktivitas olahraga bersama.

Dari sana muncul sebuah gambaran sederhana bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang hadir ketika masalah muncul.

Kamtibmas juga bisa dibangun jauh sebelum masalah terjadi—melalui komunikasi, kedekatan dan kebersamaan.

Polres Pidie Jaya pun terus mendorong hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis.

Sebab, terkadang sebuah sinergi tidak harus dimulai dari ruang rapat.

Bisa dimulai dari lapangan hijau, sebuah bola, dan kemauan untuk bermain bersama.

Dari lapangan, komunikasi tumbuh.

Dari komunikasi, kepercayaan terbentuk.

Dan dari kepercayaan, sinergi Polri bersama masyarakat untuk menjaga kamtibmas menjadi semakin kuat. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Adu Skill, Sepak Bola Jadi Jembatan Sinergi Polri dan Generasi Muda di Jangka Buya

Terkini

Iklan Parlemen