Iklan Parlemen

terkini

Pelopor Pengentasan Buta Hijaiyah di Pidie, Sarjani Abdullah Raih SMSI Award 2026

Minggu, 06 September 2026, 19.45 WIB Last Updated 2026-09-06T13:00:41Z
Foto: Penghargaan diterima oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Pidie, Jufrizal.


BANDA ACEH – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie dalam memberantas buta huruf hijaiyah mendapat apresiasi di tingkat nasional. Bupati Pidie Sarjani Abdullah dianugerahi SMSI Award 2026 dalam kategori Pelopor Program Pengentasan Buta Hijaiyah.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan inovasi Pemkab Pidie dalam mendorong masyarakat agar mampu membaca huruf hijaiyah.

Penghargaan itu diterima oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setdakab Pidie, Jufrizal, yang hadir mewakili sekaligus mendampingi Bupati Pidie dalam momentum penganugerahan tersebut.

Program pengentasan buta hijaiyah menjadi salah satu terobosan Pemkab Pidie melalui gerakan “Satu Hari Satu Ayat”. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Bagi Pemkab Pidie, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Pengakuan itu menjadi dorongan untuk memperluas program agar semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur'an.

Bupati Pidie Sarjani Abdullah menyampaikan apresiasi kepada SMSI atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai program pengentasan buta hijaiyah merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pelaksanaan syariat Islam di Kabupaten Pidie.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami, Pemkab Pidie, untuk terus menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung,” ujar Sarjani.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Pidie.

Ketua SMSI Pusat, Firdaus, mengatakan penetapan penerima SMSI Award dilakukan melalui proses seleksi dan survei secara selektif. Penghargaan diberikan kepada tokoh maupun lembaga yang dinilai memiliki rekam jejak positif serta kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah.

“SMSI Award ini merupakan bentuk komitmen SMSI dalam memberikan apresiasi kepada tokoh dan lembaga yang memiliki rekam jejak positif serta memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Firdaus.

Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, lembaga, dan berbagai elemen masyarakat.

Sinergi tersebut dinilai penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, edukatif, dan konstruktif, sekaligus mendorong lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan diraihnya SMSI Award 2026, program pengentasan buta hijaiyah di Pidie diharapkan semakin mendapat perhatian dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Aceh untuk menghadirkan program serupa sesuai kebutuhan masyarakat. []



Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pelopor Pengentasan Buta Hijaiyah di Pidie, Sarjani Abdullah Raih SMSI Award 2026

Terkini

Iklan Parlemen