Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akar Arafat, S.STP, M.Si, dan rombongan, bersilaturahmi dengan Ulama Kharismatik Aceh, Tgk. H. Muzakkir bin Abdullah (Waled Lapang), di Dayah Darul Muttaqin, Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu, (13/9/2026).
ACEH UTARA — Komunikasi antara pemerintah dan ulama kembali diperkuat. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., bersilaturahmi dengan salah seorang ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muzakkir bin Abdullah atau yang akrab disapa Waled Lapang, di Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fadhlullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Akar Arafat, S.STP., M.Si.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, pertemuan itu juga menjadi ruang bagi Pemerintah Aceh untuk mendengar langsung pandangan dan masukan ulama mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Waled Lapang dikenal luas sebagai salah satu ulama yang memiliki pengaruh di Aceh. Ia merupakan pimpinan Dayah Darul Muttaqin di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.
Sejumlah isu menyangkut kehidupan masyarakat, pendidikan keagamaan, serta pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian Aceh turut menjadi bagian dari pembicaraan dalam silaturahmi tersebut.
Fadhlullah menegaskan, ulama memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. Menurutnya, hubungan yang baik antara pemerintah dan ulama harus terus dirawat karena keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun daerah.
“Keberadaan ulama sangat penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi dengan para ulama harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Fadhlullah.
Ia menyebutkan, ulama bukan hanya menjadi tempat masyarakat merujuk dalam persoalan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi, menjaga persatuan, serta merawat harmoni sosial.
Menurutnya, pembangunan Aceh tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi. Nilai-nilai agama, adat, pendidikan, serta kearifan lokal juga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan berkarakter.
Silaturahmi dengan Waled Lapang tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan para ulama, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial serta mendorong pembangunan yang benar-benar berpijak pada kepentingan masyarakat.
Dengan komunikasi yang terus terjalin, pemerintah dan ulama diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menjaga kedamaian, memperkuat persatuan, serta membangun Aceh yang maju tanpa meninggalkan akar nilai agama dan budaya. []
Sumber : Pemerintah Aceh
Editor : Wahyu