Iklan Parlemen

terkini

Minggu Pagi Tak Sekadar Libur, Polisi Menyusuri Pantai hingga Warung Kopi di Pidie Jaya

Minggu, 04 Oktober 2026, 15.49 WIB Last Updated 2026-10-04T08:49:35Z
dok. Istimewa


Meureudu – Minggu pagi biasanya menjadi waktu bagi warga untuk bersantai. Sebagian memilih menikmati suasana pantai, sebagian lainnya duduk santai di warung kopi sambil berbincang bersama teman.

Namun, ketika aktivitas warga mulai ramai, lima personel Satuan Samapta Polres Pidie Jaya justru bergerak menyusuri sejumlah titik keramaian.

Minggu, 4 Oktober 2026, sejak pukul 09.00 WIB, kendaraan patroli Sat Samapta mulai menyusuri wilayah hukum Polres Pidie Jaya. Pantai Islami hingga warung kopi menjadi bagian dari rute patroli.

Tidak ada sirene yang meraung-raung. Kehadiran polisi lebih banyak diisi dengan pengamatan, dialog dan memastikan situasi di tengah masyarakat tetap aman.

Patroli Perintis Presisi itu dipimpin Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Pidie Jaya, Aipda Josnardi, atas arahan Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta Jumadil Firdaus, S.Psi., M.H.

Sebelum berangkat, personel terlebih dahulu mengikuti apel dan pengecekan perlengkapan. SOP pelaksanaan patroli kembali ditegaskan agar setiap tindakan di lapangan tetap terukur.

Setelah itu, kendaraan patroli bergerak.

Polisi Hadir di Tengah Aktivitas Warga

Pantai Islami menjadi salah satu lokasi yang dipantau. Tempat yang menjadi ruang rekreasi masyarakat itu tidak hanya dilihat dari sisi keramaiannya, tetapi juga potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul.

Personel kemudian menyambangi sejumlah titik aktivitas masyarakat lainnya, termasuk warung kopi.

Di tempat-tempat seperti inilah polisi berupaya membangun komunikasi langsung dengan warga.

Bukan sekadar berkeliling, personel juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan masing-masing.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung berbagai keluhan maupun persoalan yang mungkin tidak selalu terlihat dari balik meja kantor.

Potensi aksi premanisme dan tawuran turut menjadi perhatian dalam patroli tersebut.

Tidak Menunggu Gangguan Terjadi

Patroli Perintis Presisi pada dasarnya tidak hanya berbicara tentang penindakan setelah gangguan keamanan terjadi.

Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Dengan mendatangi titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, polisi dapat melihat kondisi secara langsung sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang sedang menikmati waktu libur.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak ragu melapor apabila menemukan gangguan Kamtibmas.

Polres Pidie Jaya membuka layanan Kepolisian 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan kehadiran atau bantuan polisi.

Hingga patroli selesai, situasi di wilayah yang dipantau dilaporkan tetap aman dan kondusif.

Minggu pagi pun berjalan seperti biasa.

Warga tetap menikmati pantai, warung kopi tetap menjadi tempat bercengkerama, sementara kendaraan patroli terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya.

Bagi polisi, menjaga keamanan bukan tentang menunggu masalah datang.

Kadang, cukup dengan hadir, menyapa, mendengar dan memastikan keadaan tetap terkendali.

Itulah wajah patroli pada Minggu pagi di Pidie Jaya—polisi bergerak ketika sebagian masyarakat sedang menikmati waktu santai.

Patroli tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026, Perkaba Harkam Nomor 1 Tahun 2017 tentang Patroli, serta Surat Perintah Nomor Sprin/932/IX/Pam.5.1.1./2026 tanggal 30 September 2026. []

Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Minggu Pagi Tak Sekadar Libur, Polisi Menyusuri Pantai hingga Warung Kopi di Pidie Jaya

Terkini

Iklan Parlemen