PIDIE – Akses transportasi antardesa di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, mulai diperkuat melalui pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Desa Sukon Paku dengan Desa Jurong Baro. Infrastruktur ini diharapkan menjadi jalur penting bagi mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Pembangunan jembatan yang berada di wilayah teritorial Kodim 0102/Pidie tersebut mulai dikerjakan dengan dukungan personel TNI dan tim teknisi khusus. Hingga Senin (12/10/2026), progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 15 persen.
Jembatan tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan.
Dandim 0102/Pidie melalui Kapten Czi Putut Ariyanto selaku pengawas pembangunan menjelaskan, jembatan beton itu dirancang memiliki panjang 13 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4,65 meter.
Sementara itu, struktur abutment atau kepala jembatan memiliki dimensi panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4,65 meter.
“Pembangunan jembatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan tahapan pekerjaan dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Kami terus melakukan pengawasan agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana, sehingga hasil pembangunan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Kapten Czi Putut Ariyanto.
Meski progres keseluruhan masih 15 persen, sejumlah pekerjaan awal telah menunjukkan perkembangan signifikan. Penggalian abutment dan pemasangan bouwplank masing-masing telah mencapai 100 persen.
Adapun pekerjaan pemasangan buis beton mencapai 75 persen, sedangkan pengecoran buis beton telah mencapai 50 persen. Pekerjaan lantai dasar pondasi foot plate dan pembuatan cetakan abutment juga masing-masing berada pada tahap 50 persen.
Sementara itu, pekerjaan pondasi abutment telah mencapai 60 persen.
Tahapan berikutnya difokuskan pada kelanjutan pemasangan dan pengecoran buis beton, pengerjaan pondasi foot plate, serta penyelesaian pondasi abutment yang menjadi bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan.
Dalam pelaksanaannya, tim teknisi khusus bekerja bersama personel Kodim 0102/Pidie. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari tantangan cuaca. Hujan yang kerap turun pada sore hari menjadi salah satu kondisi yang harus diperhitungkan selama pekerjaan berlangsung.
Meski demikian, pengerjaan tetap dilanjutkan dengan mengedepankan koordinasi, pengawasan, serta aspek keselamatan kerja. Secara umum, pembangunan jembatan di wilayah Koramil 25/Glumpang Baro tersebut dilaporkan berjalan lancar.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan dapat memangkas hambatan mobilitas warga antara Desa Sukon Paku dan Desa Jurong Baro. Akses yang lebih baik juga berpotensi mendukung kelancaran pengangkutan hasil pertanian, aktivitas perdagangan, serta akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
Bagi masyarakat pedesaan, jembatan bukan sekadar bangunan beton, melainkan sarana penghubung yang menentukan kelancaran berbagai aktivitas sehari-hari. Karena itu, kualitas konstruksi dan ketepatan pelaksanaan pembangunan menjadi faktor penting agar infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dan berkelanjutan.
Pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan TNI AD terhadap pembangunan wilayah dan upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dengan berlanjutnya pekerjaan sesuai rencana, jembatan penghubung Sukon Paku–Jurong Baro diharapkan segera menjadi akses yang memperkuat konektivitas desa dan mendorong aktivitas sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie. []