Pidie Jaya — Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Ara dan Desa Udueng, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, pada Senin sore (5/1/2026).
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.I.K., M.H., unsur forkopimda,Forkopicam, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Acara berlangsung khidmat dan disambut antusias warga yang selama ini menantikan kehadiran jembatan sebagai akses penghubung antar desa.
Jembatan Gantung Garuda merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI). Pembangunannya dilaksanakan oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodim 0102/Pidie bekerja sama dengan Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Kemhan.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menyampaikan bahwa peresmian jembatan ini menandai komitmen negara dalam menghadirkan infrastruktur dasar bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
“Dengan diresmikannya Jembatan Gantung Garuda ini, masyarakat Desa Ara dan Desa Udueng dan warga sekitar kini memiliki akses yang lebih dekat, aman dan layak. Kami berharap jembatan ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas terbangunnya jembatan tersebut. Menurutnya, peresmian Jembatan Gantung Garuda menjadi momen penting bagi masyarakat karena selama bertahun tahun telah di nantikan, dimana selama ini aktivitas warga kerap terkendala oleh kondisi geografis yang di pisahkan oleh sungai.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bantuan ini. Jembatan ini sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak sekolah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” kata Bupati.
Jembatan Gantung Garuda memiliki panjang sekitar 35 meter dan lebar 1,20 meter. Dengan diresmikannya jembatan ini, akses penghubung antar desa kini terbuka secara penuh dan diharapkan mampu menunjang kelancaran aktivitas masyarakat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial.
Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan dalam waktu sekitar dua pekan dan selesai sesuai dengan perencanaan. Setelah peresmian, jembatan resmi dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sarana penghubung utama antara Desa Ara dan Desa Udueng.