Pidie Jaya — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) di bawah kendali Kodam Iskandar Muda, TNI mengerahkan 310 personel gabungan lintas satuan serta sejumlah alat berat milik TNI Angkatan Darat (AD), Sabtu (17/01/2025).
Pengerahan kekuatan penuh ini merupakan bentuk respons cepat dan komitmen nyata TNI dalam mendukung pemerintah daerah dan membantu masyarakat terdampak banjir agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan terkoordinasi. Ratusan personel tersebut berasal dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 857/GG, Yonif TP 836/BY, Yon Armed 17/RC, serta Yonzipur 16/DA yang mengoperasikan berbagai alat berat di lapangan.
Kolaborasi lintas satuan tersebut menunjukkan keseriusan TNI dalam menjalankan misi kemanusiaan secara terpadu, sekaligus memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki dapat dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Dalam operasi kemanusiaan ini, TNI mengerahkan sejumlah sarana pendukung, di antaranya wheel loader, excavator capit, mini excavator, dump truck, armada pemadam kebakaran TNI AD, serta mobil Water Treatment dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Seluruh peralatan tersebut difokuskan untuk membersihkan lumpur dan material sisa banjir, memperbaiki saluran drainase, membuka kembali akses lingkungan dan permukiman warga, memulihkan fasilitas umum, serta menyediakan air bersih siap konsumsi bagi masyarakat terdampak.
Adapun sasaran utama kegiatan meliputi pembersihan fasilitas publik seperti polindes desa Pante Berne, kantor kepala desa Pante Berne, halaman Dayah Al-Aziziah desa Mesjid Tuha Mereudu, saluran drainase desa Lueng Bimba Meurah Dua yang tersumbat, hingga normalisasi aliran sungai di kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua, yang tercatat sebagai wilayah dengan dampak banjir paling signifikan.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sekaligus bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi situasi sulit.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu percepatan pemulihan pasca banjir dengan mengerahkan 310 personel gabungan lintas satuan yang tergabung dalam Satgas Gulbencal TNI, serta sejumlah alat berat milik TNI AD. Harapannya, aktivitas sosial, pelayanan publik, dan roda perekonomian masyarakat dapat segera kembali berjalan normal,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi.
Respons cepat TNI ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salahudin, perangkat Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, menyampaikan bahwa kehadiran personel TNI beserta alat berat sangat membantu warga yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam membersihkan lingkungan dan fasilitas umum pascabanjir.
Menurutnya, pembersihan lingkungan, termasuk Kompleks Dayah Al-Aziziah Mesjid Tuha Meureudu, memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan aktivitas pendidikan dan kegiatan keagamaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan TNI yang turun langsung membantu penanggulangan banjir ini. Dengan dibersihkannya kompleks dayah, kami berharap kegiatan belajar dan mengaji anak-anak bisa segera berjalan normal kembali,” ungkapnya.
Meski upaya tanggap darurat dan pemulihan terus dilakukan, penanganan pascabanjir di Pidie Jaya dinilai masih memerlukan sinergi berkelanjutan antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Langkah tersebut penting tidak hanya untuk pemulihan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir berulang melalui perbaikan infrastruktur, normalisasi sungai, serta pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Dengan langkah terpadu dan kolaboratif ini, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah.