Meureudu – Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya kembali melanjutkan aksi kemanusiaan pemulihan pasca bencana banjir hari ketiga melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan fokus pembersihan Panti Asuhan Yayasan Yatim Piatu Darul Aitam, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, mengatakan bahwa keberlanjutan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memastikan fasilitas sosial, khususnya panti asuhan, dapat kembali berfungsi dengan baik pasca bencana.
“Memasuki hari ketiga, Polres Pidie Jaya bersama masyarakat masih memfokuskan kegiatan pada pembersihan panti asuhan Darul Aitam, baik di area halaman, lingkungan sekitar, hingga akses jalan yang terdampak lumpur akibat banjir,” ujar AKP Mahruzar.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan personel gabungan dari Polres Pidie Jaya, Polsek Meureudu, serta Brimob BKO Polres Pidie Jaya. Sejumlah perwira turut hadir dan terlibat langsung di lapangan, menunjukkan sinergi dan kepedulian Polri dalam membantu pemulihan pasca bencana.
Dalam pelaksanaannya, personel Polri bersama warga membersihkan lumpur yang mengendap di halaman panti asuhan, membersihkan mobiler yang terendam banjir, serta membuka kembali akses jalan menuju kompleks panti dengan menggunakan eksavator mini milik Polres Pidie Jaya, guna mempercepat proses pemulihan.
Lebih dari sekadar pembersihan fisik, kehadiran Polri di lokasi juga menjadi bentuk dukungan moral dan empati bagi anak-anak panti asuhan yang terdampak langsung oleh bencana.
“Adik-adik tidak sendiri. Polri hadir untuk memastikan kalian tetap merasa aman, diperhatikan, dan dapat kembali menjalani hari-hari dengan penuh harapan. Semoga kehadiran kami bisa memberi semangat dan rasa tenang bagi anak-anak di panti asuhan ini,” tutur AKP Mahruzar menyampaikan pesan empati Polri.
Ia menegaskan, Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga berdiri bersama masyarakat dalam situasi sulit, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak yatim piatu.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa Polri adalah bagian dari keluarga besar mereka, yang siap membantu, melindungi, dan mendampingi hingga kondisi kembali pulih,” pungkasnya.