Pidie Jaya — Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni pembersihan material lumpur dan tanah di sepanjang ruas jalan Simpang Empat Meurah Dua hingga Simpang Beringin Meureudu, Sabtu (24/01/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan dari Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 836/BY, Yonif 857/GG, Yon Armed 17/RC, dan Yon Zipur 16/DA. Ruas jalan ini merupakan jalur vital penghubung Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu, sehingga keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat, baik mobilitas harian, kegiatan ekonomi, maupun penanganan pascabencana.
Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., yang turun langsung memantau jalannya kegiatan, mengatakan bahwa pengerahan personel dan alat berat TNI AD yang ada difokuskan secara terpusat agar hasil pembersihan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
“Hari ini kami mengerahkan personel dan alat berat untuk fokus pada satu sasaran utama, yaitu pembersihan ruas jalan lintas dari Simpang Empat Meurah Dua hingga Simpang Beringin Meureudu, termasuk area depan rumah dan ruko warga yang masih tertimbun tanah dan lumpur sisa banjir. Harapannya, akses antar kecamatan kembali lancar dan masyarakat merasa lebih nyaman saat beraktivitas,” ujar Dandim.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen untuk membantu percepatan pemulihan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga untuk mendukung kelangsungan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Nurmala, warga Desa Blang Cut, menyampaikan rasa terima kasihnya karena halaman ruko miliknya turut dibersihkan dari endapan lumpur yang selama ini mengganggu aktivitas.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Jalan, halaman ruko, dan rumah warga yang sebelumnya tertimbun lumpur kini sudah dibersihkan. Kehadiran TNI sangat membantu kami sebagai warga terdampak banjir,” ungkapnya.
Selain pembersihan ruas jalan, Satgas Gulbencal TNI juga mengoperasikan armada Pemadam Kebakaran TNI AD untuk membersihkan sisa lumpur dan debu di masjid dan musala, serta melakukan penyiraman debu di sepanjang jalan guna menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Kemudian sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga, Satgas turut mendistribusikan air bersih siap konsumsi ke sejumlah desa terdampak dan posko pengungsian menggunakan Mobile Water Treatment TNI AD serta mobil bantuan dari Kemenko Polhukam Republik Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama masa pemulihan.
Dengan sinergi lintas satuan tersebut, TNI berharap akses antar kecamatan Meurah Dua dan Meureudu dapat kembali normal, sehingga aktivitas masyarakat pascabencana dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman.