Iklan Parlemen

terkini

Lima Tahun Dinantikan, Jembatan Gantung Garuda Hadir Wujudkan Asa Masyarakat

Sabtu, 07 Februari 2026, 20.04 WIB Last Updated 2026-02-07T13:04:15Z

Pidie — Harapan panjang masyarakat akhirnya terwujud. Setelah hampir lima tahun mengandalkan jalur memutar yang memakan waktu lebih lama, jembatan gantung Garuda penghubung Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara Timur, dengan Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, saat ini telah rampung dan resmi dibuka untuk umum, Sabtu (07/02/2026).

Jembatan tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan yang dihadirkan sebagai solusi atas keterbatasan akses transportasi warga. Selama ini kondisi geografis mempersulit mobilitas masyarakat, berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial di dua kecamatan tersebut.

Pembangunan jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 1,30 meter dikerjakan oleh Satgas Gulbencal TNI Kodim 0102/Pidie bersama prajurit Yonif TP 857/GG dan tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), dengan dukungan gotong royong masyarakat setempat. Meski dikerjakan dalam waktu relatif singkat, sekitar dua pekan, proses pembangunan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kelayakan konstruksi.

Peresmian dilakukan unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, di antaranya Dandim 0102/Pidie Letkol Inf. Abdul Hadi, S.Sos., Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., serta Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K. Prosesi adat "Peusijuek" menjadi penanda simbolis peresmian, sebagai doa agar jembatan membawa keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat.

Turut hadir jajaran Muspika Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, para keuchik, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta masyarakat kedua desa yang selama ini menjadi pengguna utama akses tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 0102/Pidie menyampaikan rasa syukur atas rampungnya jembatan Garuda ketiga di wilayah teritorialnya, setelah sebelumnya dua jembatan serupa dibangun di Kabupaten Pidie Jaya. Ia menegaskan keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari semangat dan kerja keras TNI dan VRI serta partisipasi aktif masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini jembatan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Semoga ini mempercepat mobilitas antar desa dan kecamatan. Ini bukti nyata negara hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat,” ujar Abdul Hadi.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah mengapresiasi kerja sama TNI dan VRI serta menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan. Menurutnya, jembatan ini menjadi infrastruktur vital yang akan memperkuat roda perekonomian warga, mendukung akses pendidikan anak-anak, dan memperlancar aktivitas sosial masyarakat.

 “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pidie, kami mengucapkan terima kasih. Mari kita jaga bersama fasilitas ini dan patuhi aturan penggunaannya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.

Kepala Desa Baro Yaman, Mahdi, mewakili warga menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya jembatan yang telah lama dinantikan. Ia menyebut jembatan tersebut memangkas jarak tempuh warga secara signifikan dan membantu petani serta peternak dalam mengangkut pakan dan hasil panen.

Antusiasme masyarakat tampak sejak hari pertama pembukaan. Warga langsung memanfaatkan jembatan sebagai jalur utama aktivitas harian. Kehadiran jembatan gantung Garuda bukan hanya menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar pembangunan di wilayah .
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lima Tahun Dinantikan, Jembatan Gantung Garuda Hadir Wujudkan Asa Masyarakat

Terkini

Iklan Parlemen