Iklan Parlemen

terkini

Pria di Aceh Timur Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit

Minggu, 22 Februari 2026, 02.18 WIB Last Updated 2026-02-21T19:18:23Z



‎Aceh Timur – Kabut duka menyelimuti warga Dusun Buket Panjang, Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, setelah seorang pria berinisial SG (54) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit pada Sabtu pagi (21/2/2026).

‎Peristiwa tragis tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Banda Alam, tepatnya di perkebunan sawit yang berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga Dusun Buket Panjang, Desa Panton Rayeuk T. Korban diketahui merupakan seorang wiraswasta yang cukup dikenal oleh masyarakat setempat.

‎Menurut informasi yang dihimpun, jenazah SG pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.00 WIB. Warga yang hendak beraktivitas di kebun sawit terkejut melihat korban dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.

‎Mendapatkan laporan tersebut, aparat dari Polres Aceh Timur bersama personel Polsek setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Banda Alam Ipda Asdy Suhendra memimpin langsung proses pengamanan lokasi serta pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

‎Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan tim Inafis Sat Reskrim, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

‎“Tim identifikasi telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Banda Alam.

‎Pihak kepolisian kemudian melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

‎Dari hasil keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat setelah resmi bercerai sehari sebelum kejadian, yakni pada Jumat (20/2/2026).

‎Keluarga menyebutkan bahwa korban terlihat sangat terpukul dan menunjukkan perubahan sikap dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi emosional tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong korban mengambil keputusan tragis.

‎“Keluarga menyampaikan bahwa almarhum tampak frustrasi dan sangat terpukul atas perpisahan rumah tangganya,” jelas Kapolsek.

‎Meski demikian, pihak kepolisian tetap memastikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian tersebut.

‎Setelah proses identifikasi selesai, keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Pernyataan tersebut disertai surat resmi kepada pihak kepolisian.

‎Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh keluarga.

‎Situasi di Desa Panton Rayeuk T dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama ketika menghadapi masalah berat.

‎Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membantu seseorang melewati tekanan hidup.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pria di Aceh Timur Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit

Terkini

Iklan Parlemen