SABANG – Ketua Forum Keuchik Kota Sabang Abdullah Imum, http://S.Sos. serukan dunia internasional ikut selamatkan Pulau Weh dari kerusakan ekologis. Seruan itu disampaikan dalam seminar WALHI Aceh di Aula Wali Kota Sabang, Selasa 28/4/2026.
Seminar bertema “Ancaman Kerusakan Ekologis dan Peluang Investasi Melalui Optimalisasi Pengelolaan Pelabuhan Bebas Sabang sebagai Refleksi Kepemimpinan Mualem–DekFad di Aceh” dihadiri Asisten Administrasi Umum Pemko Sabang mewakili Wali Kota, Ketua DPR Aceh, Ketua DPRK Sabang, para Kepala OPD, keuchik se-Sabang, serta mitra WALHI Aceh.
Pulau Weh Menyusut 21 Km²
Abdullah Imum yang juga Keuchik Gampong Balohan ungkap data mencemaskan. Tahun 1959 luas Pulau Weh 153 km². Citra satelit terbaru menunjukkan luasnya menyusut hampir 21 km². “Selama puluhan tahun terjadi pengikisan signifikan. Saya minta semua pihak, bahkan dunia, bersama selamatkan Pulau Weh. Teknisnya kita serahkan ke pihak terkait,” tegasnya.
Anggaran BPKS Anjlok, Pelabuhan Bebas Tak Optimal
Selain isu lingkungan, ia kritik pengelolaan Pelabuhan Bebas Sabang. Status free port diberikan 75 tahun dan sudah berjalan 26 tahun. Sisa waktu 49 tahun dinilai belum dimaksimalkan. “Pemerintah pusat belum cukup serius. Dulu APBN untuk BPKS Rp650 miliar per tahun, kini hanya sekitar Rp18 miliar,” ujarnya. Dana itu disebut hanya cukup untuk operasional, bukan pengembangan.
Abdullah soroti lemahnya sinergi antarlembaga. Ia contohkan kasus beras ketan: barang masuk resmi, bongkar di pelabuhan resmi, simpan di gudang resmi, tapi disita. “Pengusaha rugi. Semua lepas tangan. Ini tak boleh terulang,” katanya.
Kepala BPKS Gonta-ganti, Kebijakan Tak Berkelanjutan
Ia juga kritik pergantian Kepala BPKS yang terlalu sering. Dalam 26 tahun, sudah 11 kepala BPKS berganti. “Rata-rata kurang dari 2,5 tahun. Belum selesai adaptasi sudah diganti. Ini tidak sehat bagi organisasi,” ungkapnya.
Sebagai solusi, Abdullah usul Kepala BPKS diisi figur setingkat Menko di kabinet Presiden Prabowo, dengan pelaksana teknis dari putra Aceh yang profesional. Ia dorong revisi regulasi agar pengelolaan kawasan bebas Sabang berdampak nyata ke warga.
Di akhir paparan, ia minta Gubernur Aceh, Mualem, prioritaskan Sabang.
“Jika Sabang maju, Aceh ikut maju. Sabang ini pintu gerbang ekonomi Aceh,” pungkasnya.