Pidie - Koramil 05/Indra Jaya di bawah jajaran Kodim 0102/Pidie terus mengintensifkan komunikasi sosial (komsos) dengan warga desa binaan, khususnya para petani yang tengah memasuki masa panen padi. Kegiatan ini terlihat saat Babinsa, Kopka Abdul Hakim, turun langsung berdialog dengan masyarakat di Desa Garot Cot, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Minggu (10/05/2026).
Dalam komsos tersebut, Babinsa membahas berbagai hal terkait hasil panen padi yang sedang berlangsung, mulai dari kondisi tanaman, perkiraan produktivitas, hingga kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Dialog berlangsung terbuka dan dua arah, memberi ruang bagi petani untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi bersama.
Menurut Kopka Abdul Hakim, komsos di masa panen menjadi momen penting untuk mengetahui secara langsung perkembangan pertanian di wilayah binaan.
“Kami ingin memastikan para petani dapat menjalani masa panen dengan lancar. Melalui komunikasi ini, kami bisa mengetahui kendala yang dihadapi petani, baik soal irigasi, cuaca, maupun distribusi hasil panen,” ujarnya.
Sejumlah petani menyampaikan bahwa kondisi tanaman padi secara umum cukup baik, namun masih ada kekhawatiran terkait faktor cuaca yang tidak menentu serta ketersediaan air di beberapa titik persawahan.
Selain itu, mereka berharap adanya perhatian terhadap stabilitas harga gabah saat panen raya, agar hasil kerja keras mereka tetap bernilai layak di pasaran.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen mendapat apresiasi dari warga. Para petani menilai, pendampingan dan perhatian aparat teritorial memberikan rasa semangat sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat desa.
Sementara itu, pihak Koramil menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan wilayah, tetapi juga mencakup pembinaan teritorial di bidang sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani.
Melalui kegiatan komsos ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara aparat kewilayahan dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang muncul di desa dapat diidentifikasi sejak dini dan dicarikan solusi secara bersama-sama.