Pidie — Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus didorong melalui kolaborasi antara aparat teritorial dan masyarakat. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 05/Indra Jaya, Kodim 0102/Pidie, Koptu Kamarullah yang turun langsung membantu petani memanen kacang panjang di Desa Keutapang, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Jumat (01/05/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga setempat, termasuk Mustafa sebagai pengelola kebun kacang panjang.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian dinilai sebagai bentuk dukungan nyata TNI dalam membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah binaan.
Koptu Kamarullah mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kami hadir untuk memberikan semangat kepada petani, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan lancar. Ketahanan pangan harus dimulai dari desa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Oleh karena itu, sinergi antara aparat dan petani perlu terus diperkuat agar hasil produksi dapat meningkat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Mustafa menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Babinsa. Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya membantu secara tenaga, tetapi juga memberikan motivasi bagi petani untuk terus mengelola lahan secara optimal.
Hal senada disampaikan Husen, selaku pemilik kebun kacang panjang. Ia berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga petani merasa lebih diperhatikan dan terbantu dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan cuaca dan fluktuasi harga hasil panen.
Koramil 05/Indra Jaya menegaskan bahwa kegiatan pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan secara berkesinambungan.
Dengan adanya sinergi antara TNI, petani, dan pemerintah daerah, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Indra Jaya dapat semakin kuat dan berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di tingkat kabupaten.