Pidie — Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat teritorial di wilayah binaan. Babinsa Koramil 05/Indra Jaya, Sertu Abdar Liansa, melaksanakan peninjauan dan monitoring sembako di Pasar Celeu, Desa Dayah Caleu, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Senin (18/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan memantau langsung ketersediaan barang kebutuhan pokok serta perkembangan harga di tingkat pedagang.
Selain itu, peninjauan pasar juga menjadi sarana komunikasi sosial (komsos) antara Babinsa dengan para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di pasar.
Sertu Abdar Liansa menyampaikan bahwa pengecekan rutin di pasar tradisional penting dilakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, terutama terkait pasokan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
“Melalui pemantauan langsung, kami bisa mengetahui apakah ada kendala distribusi atau kenaikan harga yang signifikan. Jika ada hal yang menonjol, dapat segera dilaporkan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan cabai terpantau tersedia di lapak-lapak pedagang. Harga relatif stabil, meskipun beberapa komoditas mengalami fluktuasi ringan mengikuti kondisi pasokan dari daerah pemasok.
Sejumlah pedagang menyambut baik kehadiran Babinsa di pasar. Mereka menilai, perhatian aparat terhadap kondisi pasar memberi rasa aman sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa di pasar tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga berdialog langsung dengan pedagang untuk mendengar keluhan maupun masukan.
“Kami merasa diperhatikan. Babinsa datang menanyakan kondisi barang dan harga, sekaligus memberi semangat kepada kami untuk tetap berjualan,” ujarnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga sembako di Pasar Celeu tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara aparat teritorial dan pelaku usaha pasar dalam menjaga ketahanan ekonomi di tingkat desa.