PANDEGLANG – Program Makan Bergizi Gratis di Pandeglang kembali bermasalah. Gabungan Organisasi Wartawan Banten temukan dapur SPPG Panimbang Jaya #008 diduga operasi tanpa IPAL. Anehnya, Sertifikat Laik Higienis Sanitasi dari Dinkes sudah terbit.
“Syarat mutlak SLHS itu IPAL. Kok bisa lolos?” kata Ketua GWI Pandeglang sekaligus Koordinator GOW-Banten Raeynold Kurniawan, Jumat 9/5/2026.
Temuan GOW-Banten: Banyak dapur MBG di Pandeglang belum kantongi PBG dan SLF. Lebih parah, ada yang sudah operasi dan punya SLHS meski diduga tak punya IPAL. Bahkan ada dapur yang sama sekali tak punya instalasi limbah.
Kasus paling mencolok: Dapur MBG SPPG Panimbang Jaya #008, Kec. Panimbang. Dapur itu diduga kuat belum punya IPAL tapi sudah jalan cukup lama.
GOW-Banten sempat gelar konferensi pers di Kantor Camat Panimbang. Undangan resmi sudah dilayangkan. Tapi pihak dapur, mitra, SPPG, hingga ahli gizi tak ada yang datang.
“Sikap itu bentuk tak hormat ke institusi kecamatan. Muncul curiga: ada yang ditutupi atau dibeking orang penting,” tegas Raeynold.
Wakil Ketua Satgas MBG Pandeglang Doni Hermawan dikonfirmasi via WhatsApp. Jawabannya singkat: "Iya kami sudah turun dan saran kami IPAL dan lain lainnya yang belum segera disesuaikan."
GOW-Banten nilai jawaban itu lemah. Padahal aturan BGN per 2026 tegas: Tidak ada IPAL, tidak ada izin operasi. Dapur wajib disuspend.
Raeynold curiga ada manipulasi data ke BGN. “Buktinya, dapur tanpa IPAL tetap bisa operasi. Satgas harusnya langsung ajukan suspend ke BGN. Kenapa takut? Ada siapa di balik dapur tersebut?”
GOW-Banten pastikan layangkan surat pengaduan resmi ke BGN terkait SPPG Panimbang Jaya #008.
M S