Pidie – Progres pembangunan tiga unit Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0102/Pidie terus dipacu. Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai pondasi bawah tiang serta perakitan besi tapak anchor sebagai bagian penting dalam konstruksi utama jembatan. Rabu (13/05/2026).
Tiga lokasi pembangunan jembatan tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni di Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya sebagai akses penghubung menuju Desa Pantang Cot Baloi, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya. Kemudian di Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara Barat, Kabupaten Pidie yang menghubungkan Desa Pante Beureueh dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Sementara satu unit lainnya dibangun di Desa Leubue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan besar masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan akses akibat kerusakan infrastruktur pasca banjir. Kehadiran jembatan dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan hingga mobilitas sosial warga sehari-hari.
Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., melalui Dansatgas Pembangunan Jembatan Wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris, mengatakan pengerjaan ketiga jembatan hingga kini berjalan sesuai target dan tidak mengalami kendala berarti, baik secara teknis maupun nonteknis.
“Pembangunan terus kami kebut agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Saat ini pekerjaan sudah memasuki tahap pengecoran pondasi dan perakitan besi tapak anchor. Alhamdulillah, sejauh ini progres berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ujar Kapten Abdul Haris.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan dikerjakan oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidang konstruksi jembatan, serta di bantu oleh personel TNI Kodim 0102/Pidie dan masyarakat setempat yang turut membantu proses pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pembangunan. Selain membantu pekerjaan fisik, dukungan warga juga menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap hadirnya akses penghubung yang lebih aman dan layak.
“Semangat personel TNI di lapangan sangat tinggi, begitu juga antusias masyarakat yang menunggu rampungnya pembangunan jembatan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja maksimal,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, Jembatan Perintis Garuda tersebut merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia terutama wilayah terdampak bencana banjir dan longsor guna memperlancar akses masyarakat. Kehadiran jembatan diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terganggu akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
Selain menjadi akses transportasi warga, jembatan itu juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat, terutama bagi para petani dan pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala distribusi hasil pertanian dan aktivitas sosial lainnya.
Kapten Abdul Haris juga berharap seluruh elemen masyarakat terus memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, Usman, warga Desa Blang Dalam, Kabupaten Pidie Jaya, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan penghubung tersebut. Menurutnya, jembatan itu merupakan akses alternatif yang selama ini sangat dibutuhkan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur karena jembatan ini sangat membantu masyarakat. Selama ini akses cukup jauh berputar, apalagi untuk ke sawah dan mengambil pakan ternak di kebun yang berada di desa seberang,” ungkap Usman.
Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan saat beraktivitas, terutama ketika musim hujan tiba yang kerap membuat aktifitas warga terhambat.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat