KUBU RAYA, KALBAR– Bau amis penyelewengan BBM tercium lagi. Warga Pancaroba, Kubu Raya, beri keterangab ke Tim Investigasi PANCA: SPBU 64.783.19 diduga jadi sumber pasokan solar subsidi untuk ditimbun. Truk tangki bolak-balik, tapi muatannya bukan ke industri. Malah masuk gudang misterius.
HR salah satu warga menerangkan kepada TIM PANCA pada Senin, 4/5/2026.
Tim PANCA menjelaskan saat turun cek lapangan pada Kamis, 7/5/2026. Hasilnya bikin kaget.
1. Sejumlah truk tangki terpantau isi solar subsidi di SPBU 64.783.19 berulang kali.
2. Usai isi, truk tak kirim ke pabrik. Malah belok ke gudang tak jauh dari SPBU.
3. Aktivitas itu rutin, hampir tiap hari.
"Gudang itu diduga jadi tempat timbun solar subsidi dalam jumlah besar." ujar salah salah satu Tim PANCA.
Warga berinisial HR geram. Ia duga ada pembiaran dari SPBU. Lebih panas lagi, HR sebut oknum aparat aktif inisial S diduga bekingi gudang tersebut.
“Solar subsidi itu hak rakyat kecil. Kalau benar ditimbun dan dijual ke industri, negara rugi, rakyat sengsara. Kami minta Pomdam XII/Tpr periksa oknum inisial S itu,” tegas HR, Jumat 9/5/2026.
“Kami juga minta Pemprov Kalbar ikut awasi kasus ini sampai tuntas,” tambahnya.
Warga Pancaroba layangkan 4 tuntutan:
1. Pomdam XII/Tanjungpura, selidiki oknum aparat inisial S.
2. Polda Kalbar & BPH Migas, sidak SPBU 64.783.19 dan gudang.
3. Kejati Kalbar, usut dugaan kerugian negara dari selisih harga solar subsidi vs industri.
4. Pertamina Patra Niaga, evaluasi pengawasan penyaluran di SPBU tersebut.
“Kami serahkan proses hukum ke aparat. Kami cuma mau subsidi tepat sasaran,” tutup HR.