Iklan Parlemen

terkini

Silaturahmi dan Nilai Syariah Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional Berbasis Keberkahan

Kamis, 14 Mei 2026, 21.03 WIB Last Updated 2026-05-14T14:03:34Z

ACEH BESAR || Kamis 14 Mei 2026 – Di tengah persaingan ekonomi global yang makin ketat, nilai silaturahmi dan prinsip syariah dinilai jadi fondasi penting membangun ekonomi nasional yang kuat, adil, dan berkelanjutan. Silaturahmi kini dilihat bukan hanya sebagai hubungan sosial, tapi juga kekuatan strategis untuk memperkuat kepercayaan, memperluas jaringan usaha, dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Pandangan itu disampaikan Dr. Junaidi, dosen tetap STAI Jamiatur Tarbiyah Aceh Utara sekaligus guru pengajian dan pembina Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Komplek Bharadaksa, Desa Rabeu, Kuta Baro. Tokoh yang akrab disapa Waled ini menyebut silaturahmi dalam perspektif ekonomi syariah berperan besar menciptakan hubungan ekonomi yang sehat, harmonis, transparan, dan saling menguntungkan.

Dalam diskusi bersama akademisi Universitas Malikussaleh dan STIA Nasional, Dr. Junaidi menekankan kepercayaan sosial sebagai modal utama ketahanan ekonomi bangsa. Komunikasi baik dan rasa saling percaya membuka ruang kolaborasi luas, mulai dari kerja sama usaha, investasi, pengembangan UMKM, hingga lahirnya peluang ekonomi baru yang meningkatkan kesejahteraan.

“Silaturahmi mempererat ukhuwah, membuka jalan rezeki, memperluas relasi usaha, dan mendorong produktivitas ekonomi nasional. Dalam ekonomi syariah, hubungan baik melahirkan keberkahan pada setiap aktivitas ekonomi,” ujar Dr. Junaidi.

Ia menambahkan, nilai syariah seperti amanah, jujur, adil, tanggung jawab, dan tolong menolong harus terus diperkuat. Menurutnya, ekonomi syariah mengedepankan keseimbangan antara keuntungan dan keberkahan. Aktivitas ekonomi tidak boleh hanya mengejar profit, tapi juga memberi manfaat luas, menjaga etika bisnis, dan memperkuat solidaritas sosial.

“Ketika amanah dan silaturahmi dijaga, kepercayaan tumbuh. Dari kepercayaan itulah lahir ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan,” katanya.

Dr. Junaidi berharap masyarakat semakin sadar menjaga hubungan sosial harmonis dalam kehidupan sehari-hari dan dunia usaha. Dengan semangat persaudaraan dan kolaborasi, Indonesia diyakini mampu membangun ekonomi nasional yang tangguh, stabil, produktif, dan penuh keberkahan.

“Ekonomi yang dibangun di atas nilai syariah, persaudaraan, dan kejujuran akan melahirkan kesejahteraan yang adil, manusiawi, dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tutupnya.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Silaturahmi dan Nilai Syariah Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional Berbasis Keberkahan

Terkini

Iklan Parlemen