MANDAILING NATAL – Program Makan Bergizi Gratis tercoreng. Pengakuan resmi adanya ulat dalam makanan MBG untuk siswa bikin geram. SATMA AMPI Mandailing Natal naik pitam.
“Ini bukan kelalaian. Ini bentuk pembiaran yang mengarah pada kejahatan terhadap keselamatan anak,” tegas Bendahara SATMA AMPI Madina Muhammad Saleh, Minggu (11/5/2026).
Sistem Pengawasan Diduga Jebol
Saleh pertanyakan: bagaimana makanan berulat bisa lolos dari dapur, pengemasan, sampai ke tangan siswa? “Ini bukti sistem pengawasan tidak jalan, atau sengaja dibiarkan rusak.”
Program MBG menyasar anak sekolah. Bukan objek percobaan dapur kotor.
“Kalau hari ini ulat dianggap sepele, besok bisa keracunan massal. Kami tak akan tunggu korban,” katanya.
4 Tuntutan Keras SATMA AMPI Madina
1. Tutup total. Dapur MBG Panyabungan Panggorengan sekarang juga. Tanpa kompromi
2. Copot dan evaluasi. seluruh penanggung jawab SPPG. Jangan lindungi yang lalai
3. Investigasi terbuka ke lapangan. Uji dapur, bongkar fakta. Bukan klarifikasi di kertas
4. Satgas MBG dievaluasi. Kalau cuma terima laporan, lebih baik bubar
Saleh desak Pemda Madina bertindak tegas. “Diam berarti ikut bertanggung jawab.”
Ia ancam, jika tuntutan diabaikan, SATMA AMPI Madina turun aksi terbuka dan bawa kasus ini ke tingkat lebih tinggi.
“Jangan beri makan anak-anak dengan kelalaian. Tutup dapur bermasalah, sekarang juga!” tutup Saleh.
(Magrifatulloh).