Iklan Parlemen

terkini

Tradisi Meugang Ramai, Babinsa Pastikan Pasar Tetap Aman dan Tertib

Selasa, 26 Mei 2026, 10.04 WIB Last Updated 2026-05-26T03:04:42Z

PIDIE – Menyambut tradisi Meugang yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh, personel Babinsa Koramil 26/Grong-Grong Kodim 0102/Pidie turun langsung melaksanakan pengamanan di Pasar Tradisional Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan pengamanan dilakukan guna memastikan aktivitas jual beli masyarakat menjelang Meugang berjalan aman, tertib, dan lancar. 

Sejak pagi hari, pasar terlihat ramai dipadati warga yang berburu kebutuhan dapur, terutama daging sapi dan berbagai bahan pokok lainnya untuk persiapan menyambut hari besar keagamaan.

Babinsa tampak aktif membantu mengatur arus kendaraan, memantau keramaian pasar, sekaligus memberikan imbauan kepada pedagang dan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban selama aktivitas berlangsung. 

Kehadiran aparat kewilayahan di tengah keramaian pasar juga bertujuan mengantisipasi kemacetan, potensi gangguan keamanan, hingga mencegah terjadinya aksi kriminalitas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Tradisi Meugang sendiri merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang identik dengan memasak dan menikmati hidangan daging bersama keluarga menjelang hari-hari besar Islam. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.

Danramil 26/Grong-Grong menyampaikan bahwa pengamanan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk pelayanan TNI kepada masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran aktivitas warga pada momentum penting seperti Meugang.

“Meugang menjadi momen meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar tradisional. Karena itu, kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang berbelanja,” ujarnya.

Selain melaksanakan pengamanan, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan komunikasi sosial dengan pedagang maupun warga. 

Melalui interaksi langsung di lapangan, Babinsa dapat mengetahui kondisi wilayah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat binaan.

Sejumlah warga mengaku merasa terbantu dengan kehadiran aparat di pasar. Menurut mereka, pengamanan yang dilakukan membuat suasana pasar lebih tertib meski dipadati pengunjung.

Tradisi Meugang di Aceh memang bukan sekadar rutinitas menjelang hari besar keagamaan. Lebih dari itu, Meugang menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

“Meugang bukan tradisi, tapi identitas. Di sinilah orang Aceh menunjukkan bahwa berbagi itu budaya, bukan beban.”
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tradisi Meugang Ramai, Babinsa Pastikan Pasar Tetap Aman dan Tertib

Terkini

Iklan Parlemen