Pidie – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Beureuleung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie. Bersama Babinsa Koramil 26/Grong-Grong Kodim 0102/Pidie, warga bahu membahu melaksanakan pembangunan parit di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan gampong guna mendukung kelancaran sistem irigasi pertanian, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Desa Beureuleung, Koptu Rudi Awaluddin, yang turun langsung ke lapangan bersama masyarakat.
Dengan penuh semangat, mereka bekerja secara gotong royong menggali dan membangun saluran air yang diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke areal persawahan milik warga.
Pembangunan parit ini dinilai memiliki peran penting dalam menunjang sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat desa.
Selain berfungsi sebagai saluran pembuangan air saat musim hujan, parit tersebut juga menjadi jalur distribusi air yang membantu mengairi sawah sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Koptu Rudi Awaluddin mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, selain membantu percepatan pembangunan infrastruktur desa, juga dapat mempererat hubungan antara Babinsa dan masyarakat.
Kami berharap parit yang dibangun ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani dalam memenuhi kebutuhan air sawah mereka," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan sarana pendukung pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.
Oleh karena itu, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat perlu terus dipelihara agar berbagai kebutuhan pembangunan dapat terlaksana dengan baik.
Warga Desa Beureuleung menyambut positif kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendampingi berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Mereka menilai keterlibatan Babinsa tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan sehingga pekerjaan yang berat dapat diselesaikan lebih cepat.
Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus menjadi cerminan kuatnya budaya kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat pedesaan.
Dengan semangat saling membantu, pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga dapat terlaksana secara efektif tanpa mengandalkan pihak tertentu semata.
Selain mendukung kelancaran irigasi pertanian, keberadaan parit di sepanjang jalan gampong juga diharapkan dapat mengurangi genangan air saat musim penghujan, menjaga kondisi badan jalan, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
Semangat yang ditunjukkan Babinsa dan warga Desa Beureuleung sejalan dengan motto yang dipegang dalam kegiatan tersebut, yakni "Satu lidi mudah patah, seribu lidi menjadi sapu yang bisa membersihkan dunia.
Kekuatan terbesar itu ada di kebersamaan." Motto tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak terlepas dari kekompakan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.