Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba internasional Tailan-Indonesia di wilayah Lhokseumawe, Aceh (dok. Bareskrim Polri)
Lhokseumawe – Jaringan peredaran narkotika internasional yang menghubungkan Thailand–Aceh berhasil digagalkan oleh tim gabungan Bareskrim Polri bersama Bea Cukai. Sebanyak 325 kilogram narkotika jenis sabu berhasil diamankan dari tangan dua tersangka di wilayah Pantai Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Pengungkapan besar tersebut merupakan hasil operasi gabungan Subdit IV Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri, Tim 1 Satgas NIC, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menjelaskan kasus tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman sabu jaringan Thailand–Aceh yang akan masuk melalui jalur laut pada awal Juni 2026.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan di kawasan Pantai Blang Mangat, Lhokseumawe. Saat operasi berlangsung pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mencurigai sebuah mobil Honda HR-V hitam bernomor polisi BK 1975 ACH yang keluar dari arah pantai.
Ketika dilakukan penghadangan, para pelaku sempat mencoba melarikan diri ke area semak-semak. Namun, upaya tersebut gagal setelah petugas berhasil mengejar dan mengamankan dua orang tersangka.
Dari hasil pemeriksaan kendaraan, petugas menemukan 13 karung goni berwarna kuning berisi 325 bungkus kemasan teh China yang diduga kuat berisi narkotika jenis sabu.
“Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap sampel, seluruh barang bukti dinyatakan positif mengandung metamfetamin dan amfetamin,” ujar Brigjen Eko.
Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial Jufri, seorang nelayan yang diduga berperan sebagai juru mudi kapal, serta Zulfahmi yang diduga bertugas sebagai pengendali darat.
Selain menangkap dua tersangka, penyidik juga memburu dua orang lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni Muhammad Jabbar alias Jabbar dan Ulul Azmi alias Mahluk. Keduanya diduga sebagai pengendali utama jaringan narkoba tersebut.
Pengungkapan itu menjadi salah satu keberhasilan besar aparat dalam memutus jalur masuk narkotika internasional melalui wilayah Aceh. Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk membongkar seluruh jaringan yang terlibat. []
Sumber : news.detik.com