JAKARTA, 8 Juni 2026 – Badan Gizi Nasional BGN resmi rem dulu. Pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis MBG baru, alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG, dimoratorium sementara.
Langkah ini bukan penghentian program. Tapi strategi efisiensi anggaran dan pemerataan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN Nanik S. Deyang sampaikan kebijakan itu langsung di konferensi pers, Kantor BGN Jakarta Pusat, Minggu 8/6/2026.
“Saat ini sudah ada lebih dari 27 ribu dapur MBG yang beroperasi. Kita evaluasi dulu, benahi, pastikan efisien, baru bicara dapur baru,” ujar Nanik.
Anggaran program dipangkas jadi Rp268 triliun. Tapi BGN pastikan jumlah penerima manfaat nggak dikurangi. Penghematan dilakukan lewat pembenahan tata kelola dapur dan pelatihan SDM.
Evaluasi besar-besaran akan dilakukan. Fokusnya 3 hal:
1. Standar SPPG dinaikkan biar mutu makanan lebih terjaga.
2. Kolaborasi Kemendikdasmen dan Kemendukbangga untuk pemetaan kebutuhan yang lebih akurat.
3. Kejar wilayah 3T Tertinggal, Terdepan, Terluar. Selama ini dapur MBG masih menumpuk di kawasan aglomerasi/urban.
Untuk 3T, BGN siapkan skema alternatif distribusi biar nggak bikin APBN jebol, tapi makanan tetap sampai ke anak-anak pelosok.
Durasi pasti moratorium belum dirinci Nanik. Tapi dia pastikan kebijakan jalan cepat, demi hak gizi anak tetap terpenuhi dengan pola distribusi lebih efisien.
Kebijakan itu juga sudah diliput media nasional. CNN Indonesia angkat tajuk “BGN Setop Sementara Pembangunan Dapur MBG Baru”. Suara Surabaya soroti fokus pembenahan tata kelola. ANTARA tekankan upaya efisiensi MBG.
Stop bangun baru, benahi yang ada, kejar yang belum terjamah. Itu strategi baru MBG 2026. []