Iklan Parlemen

terkini

Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Prabowo, Nanik S. Deyang Gantikan Posisi CEO BGN

Rabu, 03 Juni 2026, 01.36 WIB Last Updated 2026-06-04T18:36:57Z

JAKARTA – Dinamika program Makan Bergizi Gratis/MBG kembali jadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional/BGN pada 2 Juni 2026. Bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, Dadan mengakhiri masa tugasnya di lembaga yang baru berusia kurang dari 2 tahun itu.

Posisi Kepala BGN kini diisi Nanik S. Deyang.

Dari Akademisi IPB hingga Pucuk Pimpinan BGN

Dadan Hindayana bukan nama baru di dunia akademik. Lulusan terbaik IPB 1990 bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan ini melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman, dan S3 di Leibniz Universität Hannover, lulus 2000.

Kariernya di IPB panjang: dosen tetap sejak 1992, Direktur Pengembangan Institusi, hingga Direktur Kerja Sama. Di luar kampus, ia pernah memimpin STPK Banau Halmahera Barat 2014-2022. Skor Sinta 643 jadi bukti produktivitas risetnya tentang serangga, kumbang, hingga tikus sawah.

Segudang penghargaan menghiasi rekam jejaknya: FAO 1992, Bappenas 1994, Satyalancana Karya Satya X-XX-XXX, hingga Warga Kehormatan Halmahera Barat 2016.

Dadan dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala BGN pertama 19 Agustus 2024 lewat Keppres 94B/2024. Jabatan itu berlanjut di era Prabowo.

Deretan Isu Hangat Warnai Masa Jabatan
BGN memang sejak awal berada di bawah sorotan publik karena MBG menyasar 82 juta penerima pada 2026. Beberapa isu yang muncul ke permukaan:
1. Pengadaan motor listrik : Sempat disebut 70.000 unit, lalu diklarifikasi menjadi 21.801 unit untuk operasional daerah.
2. Anggaran EO Rp113,91 miliar : Dijelaskan sebagai kebutuhan lembaga baru. 
3. Video golf Des 2025 : Viral saat bencana Sumatera. BGN menyebutnya kegiatan charity golf untuk penggalangan dana.
4. Wacana MBG ke Sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah : Untuk 1.480 anak PMI. Wacana ini menuai catatan DPR karena target dalam negeri masih besar.
5. Kasus keracunan MBG : Jadi puncak sorotan publik yang menuntut evaluasi program.

“Hama Politik dan Netizen Lebih Sulit dari Wereng”

Keahlian Dadan menaklukkan hama pertanian diakui. Tapi tantangan memimpin BGN ternyata berbeda. Birokrasi, tekanan politik, dan derasnya arus kritik netizen jadi ujian berat.

Prabowo akhirnya memilih “ganti pemeran utama” untuk memastikan MBG berjalan sesuai target. Ke depan, Nanik S. Deyang ditugaskan melanjutkan tongkat estafet program MBG.

Apapun alasannya, jasa Dadan membangun BGN dari nol tetap dicatat. Kini publik menunggu, di bawah komando baru, MBG bisa lebih solid, tepat sasaran, dan minim kontroversi. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Prabowo, Nanik S. Deyang Gantikan Posisi CEO BGN

Terkini

Iklan Parlemen