Iklan Parlemen

terkini

Camat Indrajaya Dorong Desa Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Ayam Petelur

Selasa, 28 Juli 2026, 23.23 WIB Last Updated 2026-07-28T16:23:55Z
Foto: Istimewa


Pidie – Upaya membangun kemandirian ekonomi desa terus menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat saat rombongan Pemerintah Kecamatan Indrajaya melakukan kunjungan kerja dan peninjauan ke Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asoe Donya di Gampong Tampieng Baro, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMG sebagai salah satu program unggulan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG).

Pengurus BUMG Asoe Donya, Muazin, menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam petelur mulai dibangun sejak Agustus 2025 dengan dukungan alokasi dana sebesar 20 persen dari APBG. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp158.000.000 untuk pembangunan kandang beserta pengadaan ayam petelur.

"Pada tahap awal kami mengisi kandang dengan 300 ekor ayam yang mulai dipelihara sejak umur 12 minggu. Saat ini ayam sudah berproduksi maksimal dengan hasil sekitar 300 butir telur setiap hari," ujarnya.

Menurut Muazin, produksi tersebut masih akan terus ditingkatkan. Tahun depan pihaknya menargetkan kapasitas kandang dapat mencapai 1.000 ekor ayam, bahkan dalam jangka panjang kawasan peternakan tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 8.000 ekor ayam petelur apabila mendapat tambahan dukungan pendanaan maupun investasi.

Saat ini, hasil produksi telur dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga berkisar Rp40.000 hingga Rp45.000 per papan. Kehadiran BUMG dinilai memberikan manfaat langsung karena masyarakat dapat memperoleh telur berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Selain memberikan dampak ekonomi, usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Saat ini operasional BUMG Asoe Donya dijalankan oleh 11 orang tenaga kerja lokal.

Sekretaris Gampong Tampieng Baro, Jumadi, menyampaikan apresiasinya atas perkembangan usaha BUMG yang dinilai mampu meningkatkan perekonomian desa.

"Kami sangat bangga BUMG ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Gampong. Ke depan kami akan terus mengupayakan penambahan alokasi dana serta menggandeng investor agar usaha ini berkembang lebih besar," katanya.

Sementara itu, Camat Indrajaya, Muhammad Nauval, S.STP, menegaskan bahwa desa harus mulai membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada Dana Desa.

"Setiap desa harus memiliki usaha produktif yang benar-benar menghasilkan Pendapatan Asli Gampong. Usaha ayam petelur seperti yang dijalankan BUMG Asoe Donya memiliki prospek yang sangat baik karena sejalan dengan program ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya berharap 49 gampong di Kecamatan Indrajaya minimal memiliki satu unit usaha BUMG yang mampu menopang ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi usaha desa tidak hanya terbatas pada peternakan ayam petelur, tetapi juga dapat dikembangkan ke berbagai sektor produktif lainnya yang mampu memperkuat perekonomian desa.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kabid BUMDes Levi Ambara, SE beserta jajaran, Camat Indrajaya Muhammad Nauval, S.STP, Camat Peukan Baro Iswadi, S.Hi, Sekretaris Kecamatan Indrajaya, pendamping desa, pengurus dan pengawas BUMG Asoe Donya, serta masyarakat setempat.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kecamatan Indrajaya berharap keberhasilan BUMG Asoe Donya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha produktif yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan. [WAHYU]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Camat Indrajaya Dorong Desa Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Ayam Petelur

Terkini

Iklan Parlemen