BANGKA BELITUNG – Sebuah media tidak selalu lahir hanya dari gagasan tentang berita. Di baliknya, ada orang-orang yang memilih untuk berdiri, bekerja, dan menjaga agar setiap informasi tetap memiliki makna bagi masyarakat.
Di 1-Pena.com, semangat itu tercermin dari dua sosok yang berada di balik layar: Evan Satriady dan Tasbir.
Keduanya tampil dalam satu bingkai pada Senin (7/9/2026). Tidak sekadar sebuah foto kebersamaan, tetapi menjadi gambaran tentang dua peran yang berbeda dalam satu perjalanan membangun media.
Evan Satriady dipercaya sebagai Pimpinan Umum 1-Pena.com, sementara Tasbir mengemban amanah sebagai Pimpinan Redaksi.
Jabatan mereka berbeda. Ruang kerja dan tanggung jawabnya pun tidak sepenuhnya sama. Namun, ada satu hal yang mempertemukan keduanya: visi untuk membangun media yang profesional, independen, dan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Serupa Tapi Tak Sama” barangkali menjadi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan Evan dan Tasbir.
Evan berada pada sisi yang memastikan roda besar media terus bergerak. Sementara Tasbir berdiri di garis redaksi, berhadapan langsung dengan dinamika informasi, menentukan arah pemberitaan, sekaligus menjaga agar berita yang disajikan tetap memiliki nilai jurnalistik.
Peran yang berbeda itu justru menjadi kekuatan.
Sebab, media bukan hanya soal siapa yang menulis berita. Di dalamnya terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang sampai kepada publik memiliki dasar, konteks, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya perkembangan media digital, tantangan tersebut semakin besar.
Berita dapat menyebar hanya dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tanpa ketelitian dapat melahirkan persoalan baru.
Karena itu, bagi Evan dan Tasbir, membangun media bukan sekadar mengejar banyaknya berita yang terbit, tetapi bagaimana setiap informasi dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kebutuhan publik.
Dua Peran, Satu Visi
Kebersamaan Evan dan Tasbir menjadi bagian dari perjalanan 1-Pena.com untuk terus tumbuh di tengah persaingan media online yang semakin dinamis.
Mereka membawa tugas masing-masing, tetapi berjalan menuju tujuan yang sama: menghadirkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan terpercaya.
Lebih dari sekadar menyampaikan kabar, media juga memiliki posisi penting sebagai ruang kontrol sosial.
Ketika ada persoalan di tengah masyarakat, media dapat menjadi jembatan yang mempertemukan suara warga dengan para pemangku kepentingan.
Ketika ada kebijakan publik yang perlu diketahui masyarakat, media hadir untuk memberikan informasi.
Dan ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, media seharusnya menjadi tempat yang terbuka bagi suara tersebut.
Di titik inilah keberadaan 1-Pena.com ingin mengambil peran.
Nama 1-Pena.com membawa semangat yang sederhana, tetapi sarat makna: “Satu Pena, Seribu Informasi.”
Satu pena dapat menjadi alat untuk mencatat banyak cerita. Tentang kehidupan masyarakat, pembangunan, kebijakan pemerintah, dinamika sosial, hingga berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan sehari-hari.
Sebab setiap daerah memiliki cerita. Setiap masyarakat memiliki suara. Dan setiap suara membutuhkan ruang untuk didengar.
Evan dan Tasbir mungkin tidak berada pada posisi yang sama. Namun keduanya memahami bahwa membangun sebuah media membutuhkan kebersamaan, keteguhan, dan komitmen.
Evan dengan tanggung jawabnya sebagai Pimpinan Umum.
Tasbir dengan tanggung jawabnya sebagai Pimpinan Redaksi.
Pada akhirnya, perjalanan sebuah media bukan hanya diukur dari seberapa banyak berita yang dipublikasikan, tetapi dari seberapa besar kehadirannya mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Satu pena untuk menyuarakan kebenaran, menghadirkan informasi, dan menjaga kepentingan masyarakat.
Dan dari satu pena itulah, seribu cerita akan terus dituliskan. []
Editor : Redaksi