Aceh Timur – Kepedulian terhadap peserta didik kembali ditunjukkan oleh PLT Kepala SMKN Negeri 2 Peureulak, Zaharni, S.Pd., M.M. Bersama wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), ia melakukan home visit ke rumah salah seorang siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (2/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat dewan guru yang menemukan masih adanya sejumlah siswa di beberapa rombongan belajar yang mengalami kendala dalam mengikuti proses pembelajaran.
Melalui evaluasi tersebut, pihak sekolah menugaskan wali kelas dan guru BK untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi siswa sekaligus mencari solusi agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Salah satu siswa yang dikunjungi adalah M. Fahrizal, siswa kelas XI Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Fahrizal diketahui tidak dapat mengikuti ujian sekolah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, ia juga didiagnosis menderita kanker darah.
Ayah Fahrizal bekerja sebagai nelayan dengan tanggungan empat orang anak. Sebagai anak sulung, Fahrizal turut membantu orang tuanya mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga.
PLT Kepala SMKN Negeri 2 Peureulak, Zaharni, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi siswa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga.
"Kami langsung menyambangi rumah siswa yang mengalami kendala dan bertatap muka dengan orang tua untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya," ujar Zaharni.
Dari hasil kunjungan, pihak sekolah mengetahui bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama Fahrizal tidak dapat mengikuti proses belajar secara maksimal dan harus membantu orang tuanya bekerja.
Zaharni menegaskan, pihak sekolah berkomitmen mendampingi Fahrizal agar tetap dapat menyelesaikan pendidikannya.
"Kami dari SMKN 2 Peureulak akan membantu Fahrizal hingga selesai sekolah. Setiap permasalahan siswa akan dicarikan solusi bersama wali kelas dan guru BK. Melalui komunikasi yang baik dengan orang tua, kita dapat bekerja sama mendidik anak karena ini merupakan tanggung jawab bersama," katanya.
Ia menambahkan, guru merupakan orang tua kedua bagi siswa selama berada di lingkungan sekolah. Karena itu, komunikasi antara sekolah dan wali murid harus terus terjalin untuk memantau perkembangan peserta didik.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Sekolah harus hadir memberikan semangat dan solusi bagi siswa yang membutuhkan," tambahnya.
Zaharni juga mengapresiasi gerak cepat wali kelas dan guru BK yang aktif melakukan pendampingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan.
Sebagai bentuk kepedulian, usai bersilaturahmi dengan keluarga Fahrizal, Kepala SMKN 2 Peureulak bersama para guru turut menyerahkan bantuan paket sembako kepada orang tua siswa, dengan harapan dapat sedikit meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi Fahrizal untuk terus melanjutkan pendidikan hingga lulus. [Red]