Iklan Parlemen

terkini

Mualem Sampaikan Duka untuk Venezuela, Kenang Jasa Negara Sahabat Saat Tsunami Aceh

Kamis, 02 Juli 2026, 23.01 WIB Last Updated 2026-07-02T16:01:39Z
Foto: Istimewa


BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana gempa dahsyat yang melanda Venezuela dan menimbulkan krisis kemanusiaan dengan ribuan korban jiwa.

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Mualem mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendoakan keselamatan para korban serta menunjukkan solidaritas kemanusiaan kepada rakyat Venezuela yang sedang berduka.

"Pemerintah Aceh menyampaikan duka dan belasungkawa yang mendalam. Semoga kondisi Venezuela dapat segera pulih kembali. Jika memiliki kemampuan, masyarakat juga dapat memberikan bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita di Venezuela," ujar Nurlis, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, duka yang dialami Venezuela memiliki makna emosional tersendiri bagi masyarakat Aceh. Pasalnya, negara di Amerika Selatan tersebut merupakan salah satu sahabat internasional yang pernah memberikan bantuan besar kepada Aceh pascatsunami 2004.

Saat itu, Pemerintah Venezuela menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 2 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung pemulihan infrastruktur, layanan kesehatan, serta penanganan darurat bagi para korban tsunami.

Jejak persahabatan itu masih dikenang hingga kini melalui berdirinya Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Kabupaten Aceh Besar. Nama kampus tersebut menjadi simbol penghargaan atas kontribusi Venezuela dalam proses rekonstruksi Aceh setelah bencana tsunami.

Sementara itu, Venezuela kini tengah menghadapi salah satu bencana terburuk dalam sejarahnya. Gempa kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang wilayah San Felipe, Yaracuy, pada 24 Juni 2026, telah menewaskan sedikitnya 2.295 orang hingga 2 Juli 2026.

Selain korban meninggal, lebih dari 11.267 orang mengalami luka-luka, sementara 43.251 orang dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun reruntuhan bangunan. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas vital, termasuk Bandara Internasional Simón Bolívar, Pelabuhan La Guaira, sekolah, serta infrastruktur publik lainnya.

Pemerintah Venezuela telah menetapkan status keadaan darurat nasional dan masa berkabung selama tujuh hari. Di tingkat internasional, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan belasungkawa dan bergabung bersama puluhan negara dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi proses pemulihan Venezuela.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga masih fokus menangani bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak akhir Juni 2026. Banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah berdampak pada ribuan warga serta merusak rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur.

Meski demikian, Pemerintah Aceh tetap menunjukkan kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa Venezuela sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan atas hubungan persahabatan yang telah terjalin selama ini. [Red]


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mualem Sampaikan Duka untuk Venezuela, Kenang Jasa Negara Sahabat Saat Tsunami Aceh

Terkini

Iklan Parlemen