Iklan Parlemen

terkini

Rita Mayasari Gaungkan Gerakan Membaca, Festival Literasi Aceh Besar 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 22 Juli 2026, 00.43 WIB Last Updated 2026-07-21T17:43:13Z
Foto: Istimewa


JANTHO – Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan budaya membaca sebagai gerakan bersama dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 di Kota Jantho, Senin (20/7/2026).


Foto: Istimewa


Mengusung tema "Festival Literasi: Menumbuhkan Kreativitas, Menginspirasi Generasi", kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Rita Mayasari menegaskan bahwa festival literasi bukan sekadar ajang perlombaan maupun pameran, tetapi merupakan ruang edukasi yang mampu mempertemukan masyarakat melalui beragam aktivitas literasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, dan memperkuat budaya membaca.

"Festival ini adalah gerakan bersama untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, memperluas wawasan, serta membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter," ujarnya.

Istri Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, itu juga menekankan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi, katanya, merupakan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, memecahkan persoalan, hingga memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Menurut Rita, bangsa yang memiliki budaya membaca yang kuat akan melahirkan generasi kreatif, inovatif, produktif, dan berkarakter. Karena itu, membangun literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau perpustakaan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam meningkatkan budaya literasi di Aceh Besar, seperti derasnya arus informasi di media sosial, rendahnya minat baca sebagian masyarakat, serta penggunaan gawai yang lebih banyak dimanfaatkan untuk hiburan daripada pembelajaran.

Meski demikian, Rita optimistis tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang melalui kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, perguruan tinggi, tokoh agama, hingga generasi muda.

Sebagai Bunda Literasi, ia berharap perpustakaan dapat bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat, ruang kreativitas, tempat berdiskusi, sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi keluarga, bukan sekadar tempat meminjam buku.

Rita juga mengajak setiap keluarga menanamkan budaya membaca sejak dini melalui langkah sederhana, seperti menyediakan waktu membaca selama 15 menit setiap hari, membacakan cerita kepada anak, serta membatasi penggunaan gawai yang tidak produktif.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi agar masyarakat mampu memilah informasi, membedakan fakta dan hoaks, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.

Menutup sambutannya, Rita Mayasari secara resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 dan berharap kegiatan tersebut menjadi tonggak lahirnya gerakan literasi yang berkelanjutan.

"Kami berharap festival ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Aceh Besar," pungkasnya. [Red]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rita Mayasari Gaungkan Gerakan Membaca, Festival Literasi Aceh Besar 2026 Resmi Dibuka

Terkini

Iklan Parlemen