Banda Aceh – Pergantian kepemimpinan di Polda Aceh membawa harapan baru dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mendesak Kapolda Aceh yang baru, Ruddi Setiawan, untuk menjadikan pemberantasan korupsi dan kejahatan lingkungan sebagai agenda utama penegakan hukum di Aceh, pada Kamis (8/7/2026)
Fauzan menilai masih banyak dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik namun belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Menurutnya, masyarakat berharap di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru, berbagai perkara tersebut dapat ditangani secara profesional, transparan, dan tuntas sehingga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Ia menyebut sejumlah kasus yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, di antaranya dugaan penyimpangan dana beasiswa, dugaan penyimpangan anggaran PON XXI Aceh-Sumut, proyek multiyears, hingga pengadaan tiga unit Kapal Aceh Hebat yang sempat menjadi sorotan publik namun belum diketahui penyelesaian hukumnya secara menyeluruh.
Selain kasus korupsi, SAPA juga meminta Polda Aceh meningkatkan penindakan terhadap kejahatan lingkungan. Fauzan menyoroti masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal, perambahan hutan, serta galian C ilegal di sejumlah wilayah Aceh yang dinilai merusak lingkungan, berpotensi memicu bencana, dan merugikan masyarakat.
SAPA turut mendorong aparat kepolisian mengawasi penggunaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang bersumber dari pemerintah pusat agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat terdampak serta terhindar dari praktik penyimpangan.
Selain itu, Polda Aceh juga diminta menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota Tahun Anggaran 2025 yang mengindikasikan adanya potensi kerugian negara atau dugaan tindak pidana korupsi.
"Kami berharap setiap laporan masyarakat diproses secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tidak tebang pilih akan menjadi bukti nyata bahwa negara benar-benar hadir dalam memberikan keadilan serta melindungi kepentingan masyarakat Aceh," tutup Fauzan. []