Iklan Parlemen

terkini

Sekjen KKP Tebar 130 Ribu Benih Udang di Pidie Jaya, Kapolres Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar

Minggu, 26 Juli 2026, 00.03 WIB Last Updated 2026-07-25T17:03:48Z
Foto: Istimewa


PIDIE JAYA – Upaya percepatan pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya terus mendapat perhatian pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., M.B.A., turun langsung meninjau rekonstruksi tambak masyarakat sekaligus menebar 130 ribu benih udang vaname dan menyerahkan bantuan pakan kepada petambak terdampak.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Bale Ara, Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Sabtu (25/7/2026) sore, turut mendapat pengamanan dan monitoring dari Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H. bersama jajaran Polres Pidie Jaya guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ir. H. Teuku Abdul Khalid, M.M., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev., Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., M.Ph. mewakili Bupati Pidie Jaya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya Fajri, S.Pi., perwakilan Bappeda, Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya AKP Rusdiono, S.Sos., M.Si., penyuluh perikanan, insan pers, serta masyarakat setempat.

Agenda diawali dengan penyambutan rombongan Sekjen KKP sebelum meninjau tambak milik T. Fazil. Di lokasi tersebut, Sekjen KKP bersama rombongan melakukan penebaran 130.000 benih udang vaname yang dikemas dalam 130 packing, masing-masing berisi 1.000 benur.

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan 36 karung pakan udang jenis Ecogreen dengan berat 25 kilogram per karung sebagai dukungan awal bagi petambak yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Rudy Heriyanto menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari percepatan rekonstruksi tambak masyarakat yang rusak akibat bencana.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 1.700 hektare tambak di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 755 hektare mengalami kerusakan ringan, 700 hektare rusak sedang, sedangkan sisanya mengalami kerusakan berat. Pemerintah memprioritaskan rehabilitasi tambak dengan tingkat kerusakan ringan agar masyarakat dapat kembali berproduksi dalam waktu lebih cepat.

Tak hanya memperbaiki infrastruktur tambak, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih dan pakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Seluruh bantuan diharapkan tersalurkan tepat sasaran tanpa adanya pungutan liar, dengan pengawasan dari media, penyuluh perikanan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Rudy, target rehabilitasi 745 hektare tambak ditetapkan rampung pada akhir Agustus 2026. Setelah rehabilitasi selesai, Dinas Kelautan dan Perikanan akan terus mendampingi para petambak hingga masa panen.

Ia memperkirakan, dengan produktivitas sekitar 600 kilogram per hektare dan harga jual Rp50 ribu per kilogram, petambak berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp15 juta per hektare dalam satu siklus budidaya selama tiga bulan.

Program percepatan rehabilitasi ini didukung melalui skema refocusing internal KKP serta dukungan Komisi IV DPR RI sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor perikanan di Aceh.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Teuku Abdul Khalid mengapresiasi langkah cepat KKP yang mampu merealisasikan program rehabilitasi tambak tanpa harus menunggu mekanisme anggaran reguler.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan tambak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat segera kembali berproduksi melalui bantuan benih untuk satu siklus budidaya. Ia menilai sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar target penyelesaian program pada Agustus hingga September 2026 dapat tercapai.

Bantuan benih dan pakan yang diserahkan pada kesempatan tersebut masih bersifat simbolis. Seluruh bantuan kepada petambak terdampak akan disalurkan secara bertahap dan ditargetkan selesai paling lambat akhir Agustus 2026.

Para penyuluh perikanan juga diperintahkan melakukan pendampingan dan pengawasan di lapangan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sekitar pukul 18.48 WIB, Sekjen KKP beserta rombongan meninggalkan lokasi dan melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh unsur yang terlibat, termasuk pengamanan dan monitoring dari jajaran Polres Pidie Jaya yang dipimpin Kapolres AKBP Tendri Wardi. [WAHYU]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekjen KKP Tebar 130 Ribu Benih Udang di Pidie Jaya, Kapolres Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar

Terkini

Iklan Parlemen