Iklan Parlemen

terkini

Maulid Nabi di Masjid Taqwa Lampoih Saka, Ratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin Terima Santunan

Rabu, 26 Agustus 2026, 22.10 WIB Last Updated 2026-08-26T15:10:19Z
Foto: Istimewa


SIGLI, 25 Agustus 2026 — Suasana penuh haru dan kebersamaan menyelimuti Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Selasa (25/8/2026). Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal tahun ini tidak hanya menjadi momentum mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian nyata kepada ratusan anak yatim dan fakir miskin.

Para penerima santunan berasal dari lima gampong di sekitar Masjid Taqwa Lampoih Saka, yakni Gampong Dua Paya, Dayah Bubue, Cot Mulu, Tanjong Hagu, dan Mee Lampoh Saka. Mereka merupakan anak-anak usia 1 hingga 13 tahun, yang sebagian besar berasal dari keluarga petani, buruh sawah, dan pekerja bangunan.


Foto: Istimewa


Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, mengatakan pemberian santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim sekaligus upaya menghidupkan nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Sesuai keteladanan Rasul, tentu harus kita warisi. Rasa kasih sayang kepada anak yatim dan mereka yang lemah bukanlah suatu kehinaan. Saling berbagi dan memiliki kepedulian justru menjadi sumber kekuatan untuk melakukan perubahan dan menggapai kemakmuran di tengah umat,” ujar Bukhari.

Ketua Panitia Pelaksanaan Peringatan Maulid, Irwansyah Putra, M.Kes, menjelaskan setiap anak yatim mendapatkan santunan berupa uang tunai Rp750 ribu dan satu paket kain sarung.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan pendidikan maupun keperluan sehari-hari anak-anak penerima.

Bukhari menambahkan, uang santunan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan sekolah, alat tulis, seragam, bahkan kebutuhan lain yang menunjang aktivitas anak.

“Bantuan uang tunai Rp750 ribu untuk setiap anak diharapkan dapat membantu keperluan sekolah, membeli alat tulis dan pakaian seragam, bahkan dapat digunakan untuk membeli sepeda standar bagi anak-anak,” katanya.

Agar bantuan benar-benar tepat sasaran, BKM Taqwa Lampoih Saka terlebih dahulu berkoordinasi dengan para keuchik di lima gampong sekitar masjid.

Pemerintah gampong diminta menyerahkan data anak yatim berusia 1 sampai 13 tahun. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh anak yang memenuhi kriteria dapat terdata dan tidak ada yang terlewat.

Dana santunan dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari para pengusaha, perantau asal Lampoih Saka yang berada di luar daerah, masyarakat setempat, hingga para donatur lainnya.

Menariknya, kegiatan santunan ini bukan kegiatan sesaat. Pemberian bantuan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal.

Kemuliaan Maulid di Masjid Taqwa Lampoih Saka semakin terasa dengan tradisi kenduri yang tetap dipertahankan masyarakat.

Setiap keluarga membawa tiga nasi kulah, yakni nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang, untuk dibawa ke masjid. Hidangan tersebut kemudian dinikmati bersama oleh ribuan masyarakat dan tamu undangan.

Tradisi sederhana itu membuat peringatan Maulid tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan warga untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan dan semangat gotong royong.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.HI., memberikan apresiasi tinggi kepada BKM Taqwa Lampoih Saka, panitia, para donatur, perantau, pengusaha dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Iswadi, santunan kepada anak yatim dan fakir miskin merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Pemerintah Kecamatan Peukan Baro memberikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BKM, panitia, para donatur, para perantau, para pengusaha, dan seluruh masyarakat yang telah ikut berbagi serta memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan amal yang sangat mulia,” ujar Iswadi.

Ia berharap seluruh kebaikan yang diberikan dalam kegiatan tersebut menjadi amal ibadah dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Iswadi juga menilai tradisi kenduri Maulid yang terus dilestarikan masyarakat Aceh memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan tahunan.

Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, persaudaraan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda.

“Kenduri Maulid bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang sekaligus memperkuat hubungan antara warga yang membutuhkan dengan mereka yang memiliki kemampuan untuk berbagi.

“Kenduri Maulid ini mengingatkan kita kembali pada perjuangan Rasulullah SAW dalam memandu umat sekaligus mengajak kita untuk mencintai dan meneladani ajaran beliau. Melalui kegiatan seperti ini, kebersamaan dan kepedulian antarmasyarakat semakin kuat,” lanjutnya.

Iswadi berharap kegiatan santunan dan kenduri Maulid tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan yang semakin luas dari masyarakat.

“Semoga apa yang telah dilakukan oleh masyarakat Lampoih Saka dan sekitarnya menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT. Mudah-mudahan anak-anak yatim yang menerima santunan dapat merasakan kebahagiaan dan semakin termotivasi untuk belajar serta meraih cita-cita,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat berbagi harus terus tumbuh di tengah masyarakat karena kepedulian sosial merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

“Dengan kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu, insyaallah kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang semakin harmonis, peduli, dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Peringatan Maulid di Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka akhirnya tidak hanya meninggalkan suasana khidmat, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Di tengah tradisi yang diwariskan turun-temurun, pesan Rasulullah SAW tentang kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan dalam tindakan nyata. [Irza]


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Maulid Nabi di Masjid Taqwa Lampoih Saka, Ratusan Anak Yatim dan Fakir Miskin Terima Santunan

Terkini

Iklan Parlemen