PIDIE – Sebanyak 850 peserta dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pidie berkumpul dalam Apel Kebangsaan Indonesia Damai di halaman Gedung PCC Sigli, Desa Lampeude Baroh, Kecamatan Pidie, Rabu (9/9/2026).
Bukan sekadar apel seremonial, kegiatan tersebut menjadi panggung kebersamaan untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme dan merawat perdamaian yang menjadi modal penting bagi pembangunan Kabupaten Pidie.
Apel dipimpin langsung Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., dan turut dihadiri Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., bersama unsur Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah.
Ratusan peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, PPPK, tenaga kesehatan, camat, instansi pelayanan publik, organisasi kemasyarakatan, pelajar hingga masyarakat.
Kehadiran mereka dalam satu barisan menjadi gambaran bahwa menjaga perdamaian bukanlah tugas satu kelompok atau institusi tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah menegaskan bahwa Apel Kebangsaan Indonesia Damai harus dimaknai lebih jauh dari sekadar agenda rutin.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk membangun kesadaran kolektif agar seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat terus menjaga persatuan serta merawat perdamaian di Bumi Pidie.
“Penyelenggaraan Apel Kebangsaan Indonesia Damai ini bukan sekadar agenda rutin atau seremoni belaka, melainkan momentum penting bagi kita seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Pidie untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta merawat perdamaian di bumi Pidie yang kita cintai ini,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti pita Merah Putih yang dikenakan peserta. Menurutnya, pita tersebut bukan sekadar atribut kegiatan, tetapi menjadi simbol nasionalisme, soliditas dan tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menilai daerah yang aman dan kondusif merupakan fondasi penting bagi pembangunan. Dengan kondisi yang stabil, pemerintah dapat bekerja lebih optimal dan masyarakat dapat beraktivitas serta membangun kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, Bupati meminta seluruh jajaran pemerintahan meningkatkan kedisiplinan, sinergitas dan profesionalisme.
“Saya meminta seluruh pimpinan SKPK, para pejabat struktural, fungsional, hingga jajaran ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie untuk terus meningkatkan kedisiplinan, sinergitas, dan profesionalisme kerja. Jadilah pilar utama penggerak pembangunan dan perekat persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya aparatur pemerintahan, Bupati juga mengingatkan tenaga kesehatan, para camat dan seluruh instansi pelayanan publik agar semangat kebangsaan diwujudkan melalui pelayanan yang dekat dengan masyarakat, humanis, profesional dan berpihak pada kepentingan publik.
Baginya, semangat kebangsaan tidak boleh berhenti ketika apel berakhir. Nilai tersebut harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari melalui kedisiplinan, kepedulian, keteladanan dan pelayanan publik yang berkualitas.
Foto: Istimewa
850 Peserta Ikrar Setia pada Pancasila dan NKRI
Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Deklarasi Apel Kebangsaan Indonesia Damai.
Deklarasi dibacakan oleh perwakilan peserta dan diikuti secara bersama-sama oleh seluruh peserta apel. Dalam ikrar tersebut, mereka menegaskan komitmen untuk mempertahankan nilai-nilai kebangsaan, menjaga simbol negara, melestarikan Bhinneka Tunggal Ika serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun isi deklarasi tersebut meliputi:
1. Setia dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Menjaga, menghormati dan membela simbol serta lambang Negara Republik Indonesia dari segala bentuk ancaman, gangguan dan upaya yang dapat melemahkan kedaulatan negara.
3. Melestarikan Bhinneka Tunggal Ika demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Mengutuk keras dan mengecam segala bentuk kegiatan yang merendahkan simbol dan lambang Negara Republik Indonesia.
Ikrar tersebut menjadi penegasan bahwa masyarakat Pidie ingin menjaga persatuan dan perdamaian sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Senada dengan Bupati Pidie, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos. menegaskan bahwa keamanan dan perdamaian tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci agar persatuan tetap kokoh dan stabilitas wilayah terus terjaga.
“Marilah kita terus bergandengan tangan, menyatukan langkah, dan merawat perdamaian demi mewujudkan Kabupaten Pidie yang bermartabat, makmur, dan sejahtera,” tegas Dandim.
Ia menekankan bahwa soliditas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan kekuatan strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sinergitas tersebut, kata dia, harus terus dibangun melalui komunikasi, koordinasi serta kepedulian terhadap berbagai dinamika yang muncul di tengah masyarakat.
“Menjaga perdamaian bukan hanya tugas aparat keamanan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. TNI akan terus hadir bersama pemerintah daerah, Polri dan masyarakat untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran TNI dalam apel tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pesan yang dibangun sederhana namun kuat: keamanan dan perdamaian adalah modal utama untuk membawa daerah menuju kemajuan.
Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Kabupaten Pidie akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan apel. Sebanyak 850 peserta berdiri dalam satu barisan, membawa pesan yang sama tentang pentingnya persatuan dan perdamaian.
Di tengah berbagai dinamika kehidupan masyarakat, kebersamaan menjadi kekuatan untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif.
Sebab, ketika perdamaian terjaga, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk membangun. Ketika persatuan kuat, masyarakat memiliki daya tahan lebih besar menghadapi berbagai tantangan sosial.
Melalui apel tersebut, Forkopimda bersama seluruh elemen masyarakat Pidie kembali meneguhkan satu komitmen: merawat perdamaian, menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Kabupaten Pidie yang aman, bermartabat, makmur dan sejahtera. []
Editor : Wahyu