Pidie — Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan wilayah, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan keagamaan. Hal tersebut dilakukan anggota Koramil 05/Indra Jaya, Kodim 0102/Pidie, dengan melaksanakan Shalat Zuhur berjamaah sekaligus bersilaturahmi bersama tokoh agama dan masyarakat di Masjid Al-Abrar, Desa Dayah Caleu, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Pelda Heby Julian bersama sejumlah anggota Koramil 05/Indra Jaya. Mereka mengikuti Shalat Zuhur berjamaah bersama masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan warga di wilayah binaan.
Usai melaksanakan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan komunikasi bersama tokoh agama serta masyarakat. Suasana tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus bertukar informasi mengenai kondisi sosial dan situasi lingkungan di wilayah Desa Dayah Caleu.
Bagi Babinsa, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara untuk memahami perkembangan dan berbagai dinamika yang terjadi di wilayah. Sementara bagi masyarakat, kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai informasi maupun aspirasi secara langsung.
Silaturahmi dengan tokoh agama juga memiliki arti penting dalam membangun sinergi di tingkat desa. Tokoh agama memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam membangun nilai-nilai kebersamaan, menjaga kerukunan, serta mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Melalui kegiatan tersebut, Koramil 05/Indra Jaya terus mendorong komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial dan kebersamaan antara TNI dengan rakyat.
Kegiatan Shalat Zuhur berjamaah dan silaturahmi ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI-rakyat. Dengan terpeliharanya komunikasi antara Babinsa, tokoh agama dan masyarakat, berbagai persoalan di lingkungan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun diharapkan tidak sekadar terlihat saat terdapat kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang konsisten, humanis, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. []