ACEH TIMUR – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Aceh Timur mulai bergerak di sejumlah wilayah. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mulai menggarap sejumlah ruas jalan dan jembatan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Memasuki sekitar 1,5 tahun masa kepemimpinannya, pembangunan jalan dan jembatan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dikeluhkan warga kini mulai masuk tahap pengerjaan.
Salah satunya ruas jalan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Idi Tunong hingga Kecamatan Banda Alam. Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengaspalan pada ruas tersebut tengah berlangsung.
Selain jalan, pembangunan jembatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satunya jembatan di Desa Naleung, Kecamatan Julok, yang telah lama mengalami kerusakan.
Kondisi jembatan tersebut selama bertahun-tahun membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga bahkan harus menggunakan rakit sebagai sarana penyeberangan.
Rencana pembangunan jembatan itu pun mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Naleung. Warga berharap pembangunan tersebut dapat segera terealisasi sehingga akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih mudah.
“Kami masyarakat Desa Naleung mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Aceh Timur. Jembatan ini sudah sangat lama rusak, kami harus pakai rakit untuk menyeberang. Alhamdulillah sekarang akan dibangun,” ujar salah seorang warga.
Pembangunan sejumlah infrastruktur tersebut juga dinilai masyarakat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga, terutama akses transportasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Menariknya, pemerintah daerah menegaskan pembangunan ditujukan untuk seluruh masyarakat Aceh Timur. Kebijakan pembangunan tidak didasarkan pada perbedaan pilihan politik masyarakat pada Pilkada 2024.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmennya untuk membangun daerah dan meningkatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat.
“Mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Aceh Timur untuk sama-sama kita berjuang membangun Aceh Timur. Pembangunan ini untuk kita semua, tanpa membedakan pilihan politik,” kata Iskandar kepada Wartawan, Selasa (29/9/2026).
Ia menambahkan, perbaikan akses jalan dan pembangunan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
“Jalan lancar, ekonomi maju, Aceh Timur kuat dan Garang,” ujarnya.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar proyek fisik. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memangkas hambatan transportasi, mempermudah aktivitas warga serta membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Dengan keterbatasan fiskal daerah, pemerintah kabupaten pun dituntut untuk menentukan prioritas pembangunan agar kebutuhan infrastruktur masyarakat dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran. []
Editor : Redaksi