Iklan Parlemen

terkini

Pidie Target Tanam 24.713 Hektare Padi, Produksi Diproyeksi Tembus 153 Ribu Ton

Selasa, 29 September 2026, 19.55 WIB Last Updated 2026-09-29T12:55:27Z
dok. Istimewa


SIGLI — Pemerintah Kabupaten Pidie menargetkan luas tanam padi mencapai 24.713 hektare pada Musim Tanam (MT) Rendeng 2026-2027. Dari luasan tersebut, produksi diproyeksikan menembus 153 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP).

Target tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Pidie meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas pertanian di tengah tantangan cuaca dan kondisi jaringan irigasi.

Untuk mencapai sasaran itu, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memastikan ketersediaan air, meningkatkan penerapan teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan petani hingga menggerakkan kembali gotong royong di kawasan persawahan.

Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, mengatakan langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Turun Sawah MT Rendeng 2026-2027 yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Selasa (29/9/2026).

Menurut Alzaizi, ketersediaan air menjadi salah satu faktor paling menentukan keberhasilan musim tanam. Kepastian pasokan air diperlukan agar petani dapat menyesuaikan jadwal pengolahan lahan, persemaian hingga penanaman.

“Selain itu, kelembagaan petani harus diperkuat agar koperasi, kelompok tani, jaringan distribusi pupuk dan penangkar benih dapat berfungsi optimal,” kata Alzaizi.

Pemkab Pidie juga akan memperkuat pendampingan petani melalui Dinas Pertanian, tenaga penyuluh, Pengamat Hama dan Penyakit (PHP), serta Pengawas Benih Tanaman sesuai kebutuhan di lapangan.

Di tingkat areal persawahan, gotong royong akan diarahkan untuk membersihkan dan menjaga jaringan irigasi. Pemerintah juga mendorong penguatan akses permodalan petani serta pengendalian hama secara serentak guna menekan potensi kehilangan hasil produksi.

Alzaizi turut menyoroti penurunan luas tanam pada MT Gadu 2026 yang dipengaruhi fenomena El Nino serta proses perbaikan jaringan irigasi Tiro/Truseb.

Karena itu, ia meminta koordinasi antara Pemkab Pidie dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus diperkuat agar pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi dapat berjalan tanpa mengganggu kalender tanam petani.

“Kami meminta BWS Sumatera I terus berkoordinasi dengan Pemkab Pidie agar rehabilitasi irigasi tidak mengganggu jadwal tanam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distanpang Pidie, Hasballah, mengatakan rapat koordinasi tersebut diikuti 107 peserta dari berbagai unsur yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Ia menyebut, pada MT Gadu 2026, produktivitas padi Pidie mencapai 6,2 ton per hektare dengan luas tanam 18.428 hektare.

Namun, angka tersebut masih berada di bawah luas baku sawah Pidie yang mencapai 24.784 hektare. Kondisi itu menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemanfaatan lahan sawah pada musim tanam berikutnya.

Berdasarkan laporan para penyuluh, tiga kecamatan dengan luas penanaman padi yang menonjol berada di Sakti, Indrajaya dan Tangse.

Dengan target 24.713 hektare pada MT Rendeng 2026-2027, Pemkab Pidie kini mendorong seluruh unsur pertanian bergerak lebih terkoordinasi, terutama dalam memastikan air, sarana produksi, pendampingan petani dan pengendalian hama tersedia sesuai kebutuhan di lapangan. []


Editor  :  Wahyu
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pidie Target Tanam 24.713 Hektare Padi, Produksi Diproyeksi Tembus 153 Ribu Ton

Terkini

Iklan Parlemen